
JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang berencana menambah area terbuka hijau di wilayahnya membangun sebuah taman parkour. Taman dengan luas lahan 500 meter persegi ini akan dibangun di wilayah Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan.
Parkour merupakan kegiatan fisik yang dilakukan dengan bergerak secara efektif melalui kemampuan motorik tubuh pada berbagai jenis lingkungan. Le traceur atau pelacak merupakan istilah untuk orang yang melakukan parkour.
Mereka mengolah tubuh dan kontrol yang baik melalui gabungan latihan lari, melintasi rintangan, melompat, dan memanjat. Parkour pertama kali diciptakan oleh David Belle di Prancis. Melalui olahraga ini, dia memperlihatkan kualitas fisik manusia melalui parkour.
Hingga sekarang parkour telah dipraktikkan oleh puluhan ribu orang di seluruh dunia. Mulanya, latihan parkour dilakukan di sekitar area gedung. Kini olahraga parkour banyak dilakukan di gym atau pusat kebugaran.
Sebagai olahraga, parkour melibatkan berbagai aktivitas fisik, mulai dari berlari, melompat, memanjat, berayun, berguling, dan gerakan bebas lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat parkour sebagai olahraga ekstrem yang bisa Anda rasakan.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengatakan taman parkour ini diperuntukkan bagi anak-anak muda agar bisa menyalurkan hobi olahraga parkur.
“Selain untuk anak-anak muda menyalurkan hobi parkour, di taman seluas 500 meter ini juga akan dibangun lintasan skateboard, inline skate, dan lain-lain yang bisa digunakan anak-anak muda untuk berkumpul,” jelas Wali Kota Semarang yang karib disapa Hendi itu dalam keterangan resmi, Jumat (22/10/2021).
Dalam membangun taman parkur ini, Pemkot Semarang akan menggandeng pihak swasta. Pihak swasta yang telah siap mendukung Pemkot Semarang membangun taman parkur ini adalah PT Marimas Putera Kencana, perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman.
Baca juga: Rumah Makan di Semarang Sudah Boleh Buka Hingga Pukul 24.00 WIB, Anak Boleh Ke Bioskop
Dengan dukungan Marimas, Hendi pun berharap pembangunan taman parkur ini bisa segera terealisasi. Ia bahkan menargetkan pembangunan taman parkur ini bisa selesa pada Desember nanti.
Sementara itu, CEO PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim, mengaku senang bisa diberi kesempatan untuk membantu Kota Semarang dalam meningkatkan keberadaan area terbuka hijau.
“Kami berterima kasih karena diberi kesempatan Pemkot Semarang untuk mempercantik Kota Semarang. Selain itu, kami diizinkan membantu memfasilitasi hobi anak-anak muda supaya ada tempat untuk kegiatan parkur,” kata Harjanto Halim.
Harjanto Halim mengatakan kegiatan parkur sejalan dengan karakter perusahaannya yang menginginkan kebebasan berekspresi dan keberanian bereksplorasi.
“Adanya Taman Parkour ini harapannya kegiatan parkour tidak lagi berkeliaran di sembarang tempat. Jadi, kegiatan parkour bisa disalurkan dengan positif dan menjalin keakraban antarkomunitas anak muda,” imbuh Harjanto Halim.
Sementara itu, Presiden Parkour Indonesia, Aldiansa Respati, mengaku dengan adanya taman tersebut penggemar olahraga parkour jadi memiliki tempat latihan terpusat.
“Selama ini latihan kami berpindah-pindah, terakhir di Tri Lomba Juang dan Taman Indonesia Kaya. Anggota komunitas parkur di Semarang cukup banyak, tapi tidak diketahui pasti karena selama ini tidak ada tempat latihan bersama. Semoga dengan adanya taman ini, olahraga parkour semakin berkembang di Kota Semarang,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply