JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang, telah melakukan sejumlah pelonggaran kegiatan masyarakat menyusul membaiknya kondisi pandemi di wilayah ini. Semarang menjadi salah satu daerah di Jateng yang masuk level 1 dalam perpanjangan PPKM Jawa Bali.
Meski demikian Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada warha untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia menambahkan pada prinsipnya banyak kegiatan yang sudah diperbolehkan di PPKM level 1.
Namun tetap dengan protokol kesehatan dan juga ada batasan sesuai dengan Inmendagri nomor 53 tahun 2021. “Semua sudah boleh tapi dengan pembatasan,” kata Hendi, belum lama ini.
Wali Kota Semarang menjelaskan soal batasan-batasan PPKM Level 1 sesuai dengan Inmendagri. Yaitu pembelajaran tatap muka (PTM) aturannya masih sama dengan level 2. Kemudian mal, hypermarket, supermarket, kapasitasnya sudah diizinkan 100 persen dan buka hingga 22.00 WIB
“Rumah makan, kafe, resto, bisa buka sampai jam 24.00 WIB dengan kapasitas 75 persen,” ujarnya.
Kemudian tempat wisata, tempat ruang terbuka publik buka dengan kapasitas 75 persen. Kemudian PKL di ruang publik boleh buka dengan kapasitas 75 persen hingga pukul 24.00 WIB.
Baca juga: Warga Domisili Ber-KTP Luar Semarang Kini Tetap Bisa Vaksin
“Bioskop kapasitas menjadi 75 persen. (Anak-anak) sudah boleh,” ujarnya seperti dikutip dari Detik.com.
Untuk pertemuan dan resepsi pernikahan sebelumnya dibatasi 100 orang, kini sudah 50 persen kapasitas tempat yang digunakan. Tempat ibadah juga memiliki aturan yang sama.
“Tapi tetap disiplin protokol kesehatan,” tegasnya mengingatkan warga Semarang saat Level 1.
Sementara itu terkait kegiatan atau event, Hendi menyebut akan dilakukan uji coba. Ia berharap saat acara pergantian tahun bisa digelar pengajian di halaman Balai Kota Semarang.
“Event jadi penting untuk uji coba, sepanjang konsep jelas, bagus, prokes dilaksanakan, pasti akan uji tim Satgas COVID, saya rasa kita perlu coba. Jadi jadi event misal konser. Kalau semakin baik bisa malam tahun baru di halaman Balai Kota kan kapasitas 3.000, mungkin undang 1.000 orang dengan pengajian,” imbuhnya. (lna)

Leave a Reply