Masuk Uji Klinis Tahap Akhir, Obat Antivirus Molnupiravir Tengah Diburu Berbagai Negara

Ilustrasi

JoSS, AUSTRALIA – Obat antivirus Molnupiravir bikinan perusahaan farmasi Amerika Serikat, Merck and Co kini tengah diburu sejumlah negara untuk mengobati Covid-19. Molnupiravir sendiri saat ini masih menyelesaikan uji klinis tahap akhir, rencananya bisa mendapat persetujuan dari Therapeutic Good Administration (TGA) awal 2022

Sejumlah negara yang tengah mengajukan kesepakatan pembelian obat tersebut yakni, Australia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia dan Thailand. Sementara Indonesia masih mengkaji obat Covid-19 oral tersebut.

Berikut sejumlah negara yang telah menjalin kesepepakatan pembelian obat dengan Merck and Co, seperti dilansir dari detik.com:

1. Australia

Perdana Menteri Australia menilai bahwa obat ini menjanjikan karena terbukti dapat mencegah separuh kasus kematian dan rawat inap pada pasien dewasa. Pihaknua tengah mengajukan kesepakatan untuk mengamankan 300 ribu program molnupiravir.

“Vaksin dan perawatan baru seperti ini akan mendorong Rencana Nasional kami untuk membuka kembali Australia dengan aman dan menjaga Australia tetap terbuka dengan aman,” papar Perdana Menteri.

“Sepanjang pandemi ini kami telah mengamati dengan cermat perkembangan vaksin dan perawatan Covid-19 dan Molnupiravir akan siap digunakan di Australia jika disetujui oleh TGA,” tambahnya, dikutip dari rilis resmi Prime Minister of Australia.

2. Singapura

Perusahaan farmasi Merck & Co (MSD) menyebut sudah menandatangani perjanjian dengan Singapura untuk menyediakan molnupiravir.

Berdasarkan perjanjian tersebut, Singapura akan mendapatkan akses untuk molnupiravir setelah ‘peraturannya’ sudah selesai.

“Kesepakatan ini adalah salah satu contoh strategi manajemen pandemi di Singapura dan komitmen pemerintah untuk berinvestasi dalam obat-obatan yang inovatif untuk memerangi pandemi,” jelas Ms Pang Lai li, direktur pelaksana MSD di Singapura dan Malaysia, dikutip dari Channel News Asia.

3. Korea Selatan

Dikutip dari laman The Korea Herald, pemerintah Korea Selatan juga mengajukan kesepakatan untuk pembelian perawatan obat oral COVID-19 untuk 18 ribu orang.

Korsel juga disebut akan menyisihkan sebagian dari anggaran negara tahun depan untuk membeli dosis yang cukup bagi 20 ribu orang di tahun 2022.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea diberikan 41,7 milyar won untuk membeli perawatan COVID-19 tahun depan, dan diketahui bahwa biaya pengobatan Merck sekitar 900.000 won per orang atau sekitar 10 juta rupiah.

Baca juga: Sulit Lenyapkan Covid-19, Selandia Baru Pilih Hidup Bersama Virus

4. Taiwan

Belum lama ini, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Chen Shin-chung menyebut tengah berdiskusi dengan AS, Merck, untuk mengamankan produk pil obat antivirus COVID-19 pertama di dunia.

Meski begitu, Menkes memastikan vaksin COVID-19 tetap didorong cakupannya. Pembelian molnupiravir diketahui akan didorong Pusat Komando Epidemi di Taiwan.

5. Malaysia

Menkes Khairy Jamaluddin menyebutkan tengah bernegoisasi untuk mendapat obat molnupiravir. Hal ini dilakukan menjadi salah satu cara untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Saat kami beralih ke hidup dengan COVID, kami akan menambahkan opsi perawatan baru yang inovatif ke gudang senjata kami selain vaksin,” kata dia, dikutip dari Reuters, Sabtu (2/10/2021).

6. Thailand

Direktur jenderal Divisi Perusahaan Medis Thailand, Somsak Akksilp, menilai banyak negara Asia yang ramai-ramai mengamankan dosis molnupiravir, dikarenakan belajar dari pengalaman memesan dosis vaksin.

“Kami saat ini terlibat dalam penyelesaian pembelian dengan Merck yang diperkirakan akan selesai minggu ini, kami telah memesan 200.000 program sebelumnya,” kata Somsak. Diperkirakan, pil molnupiravir yang dipesan akan tiba paling cepat Desember tahun ini. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*