Hari ke-15 Gunung Cumbre Vieja di Spanyol Masih Erupsi, Kualitas Udara Makin Buruk

Lava mengalir setelah letusan gunung berapi di Pulau Canary La Palma, terlihat dari pelabuhan Tazacorte, Spanyol, 1 Oktober 2021 (Foto: reuters.com)

JoSS, SPANYOL – Gunung api Cumbre Vieja di La Palma, Spanyol masih memuntahkan lahar panas dan awan tebal asap hitam. Pihak berwenang meminta penduduk sekitar untuk tetap tinggal di rumah karena kualitas udara kian memburuk.

Sekitar 6.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka sejak gunung berapi Cumbre Vieja mulai meletus pada 19 September. Lebih dari 800 bangunan telah hancur di pulau yang berpenduduk sekitar 83.000 jiwa dan merupakan salah satu kepulauan yang membentuk Kepulauan Canary di Atlantik.

Durasi letusan itu diprediksi Institut Vulkanologi setempat. Dampak yang ditimbulkan juga disebut bisa berlangsung hingga hampir 3 bulan.

Dilansir Reuters, Sabtu (2/10/2021) Layanan darurat mengeluarkan perintah penguncian atau lockdown pada Jumat malam waktu setempat untuk orang-orang di Los Llanos de Aridane dan El Paso. Kedua kota itu terkena dampak terburuk.

“Penguncian baru adalah sebagai konsekuensi dari kondisi meteorologi yang mencegah penyebaran gas dan menjaganya pada tingkat atmosfer yang rendah,” kata layanan darurat dalam sebuah pernyataan.

Layanan darurat mengatakan penguncian akan mempengaruhi sekitar 3.500 orang. Sebelumnya, lockdown telah diperintahkan di daerah San Borondon, Marina Alta, Marina Baja dan La Condesa.

Mereka yang terkena dampak telah diberitahu untuk menutup pintu dan jendela mereka. Memutuskan pemanas dan pendingin udara untuk mencegah masuknya udara luar.

Baca juga: Lava Erupsi Gunung Cumbre Vieja di Spanyol Melanda Pemukiman, 5.000 Warga Dievakuasi

Sekitar 6.000 orang telah dievakuasi dari rumah mereka sejak gunung berapi Cumbre Vieja mulai meletus pada 19 September. Lebih dari 800 bangunan telah hancur di pulau yang berpenduduk sekitar 83.000 jiwa dan merupakan salah satu kepulauan yang membentuk Kepulauan Canary di Atlantik.

Pada hari Jumat, lava mengalir dari lubang baru di gunung berapi, yang digambarkan oleh Institut Vulkanologi Canaries sebagai “fokus letusan” baru.

Gunung berapi itu mengalami “aktivitas yang intens”, kata direktur komite tanggapan Pevolca, Miguel Angel Morcuende, pada konferensi pers pada hari Jumat. Tapi dia juga menempatkan letusan ke dalam konteks pulau yang lebih luas.

“Kurang dari 8% pulau terkena dampak gunung berapi. Sisanya menjalani kehidupan normal,” katanya.

Seperti diketahui, Gunung berapi di Kepulauan Canary, Spanyol, meletus dan memuntahkan lava. Letusan ini diprediksi dapat berlangsung selama 3 bulan.

Saat ini kondisi laju lava dari letusan gunung berapi ini mulai melambat secara signifikan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran lava akan menyebar lebih jauh dan menghancurkan banyak rumah.

Seorang ahli vulkanologi di National Geographic Institute Spanyol, Stavros Meletlidis, mengatakan kondisi letusan selalu berubah.

“Lava bergerak sangat lambat karena mendingin saat bersentuhan dengan atmosfer, melalui gesekan dengan tanah dan bahan bangunan dan, di atas semua itu, karena tepi depannya melebar,” tutur Stavros.

Sungai lava raksasa dengan lebar 600 meter melambat menjadi empat meter per jam setelah mencapai dataran pada Rabu (22/9). Padahal sebelumnya atau sehari setelah letusan di pulau La Palma, lava bergerak dengan kecepatan 700 meter per jam. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*