
JoSS, JAKARTA – Proses pembuatan vaksin Merah Putih ditargetkan sampai pada fase uji klinis tahap tiga pada April tahun depan, sehingga pada Juli 2022 vaksin buatan Biotis dan Universitas Airlangga ini bisa disuntikkan masal.
Direktur Utama PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, FX Sudirman berharap setelah uji klinis tahap tiga di bulan April dan segera mendapat izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Kami berharap mendapatkan data interim report uji klinis fase tiga untuk mendapat EUA di bulan April, dan kami berharap paling lambat bulan Juli 2022 vaksin kami sudah bisa dipakai oleh masyarakat Indonesia,” kata Sudirman dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (15/9).
Dia menjelaskan vaksin Merah Putih buatan Biotis-Unair ini telah mendapat banyak dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan Balitbang Kemenkes sejak proses uji klinis dimulai.
Melansir dari CNNIndonesia, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BRIN saat fase non klinik dan preklinik. Sejauh ini, Sudirman mengaku ada hasil yang baik di setiap fase pengembangan vaksin Merah Putih.
“Tentu BPOM yang mendukung dan mengawasi, membimbing kami supaya bisa memenuhi regulasi atau persyaratan teknis yang diperlukan oleh pabrik vaksin. Sampai hari ini hasilnya baik,” kata Sudirman.
Sebelumnya, pengembangan vaksin Merah Putih menggunakan sampel virus Covid-19 yang ada di Indonesia sehingga diharapkan lebih cocok dan efektif bagi warga Indonesia.
Baca juga: Antibodi Vaksin Sinovac Turun Setelah 6 Bulan, Jangan Kawatir!
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan estimasi kapasitas produksi vaksin dalam negeri sebanyak 462 juta dosis. Pihaknya juga telah merinci timeline pengembangan vaksin dalam negeri untuk Januari-Desember 2022.
Rencananya, vaksin Merah Putih dari Unair dengan platform inactivated virus dan vaksin Merah Putih buatan LBM Eijkman dengan platform protein based akan diproduksi setidaknya 120 juta dosis selama 2022.
Capaian Vaksinasi Tembus 208,26 Juta Orang
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate menyatakan bahwa per Senin (13/9) pukul 18.00 WIB, dari 42,32 juta orang dari 73,8 juta penerima vaksin Covid-19 telah mendapatkan dua kali suntikan.
Artinya, program vaksinasi nasional telah menjangkau 35,45 persen target vaksinasi secara nasional, yakni 208,26 juta orang.
“Sudah lebih dari sepertiga sasaran vaksinasi yang mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19. Hal ini merupakan buah dari kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat luas. Pemerintah mengharapkan kerja sama ini bisa terus diperkuat sehingga cakupan vaksinasi bisa lebih maksimal,” ujar Johnny pada Senin (13/9).
Capaian tersebut sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara dengan realisasi penyuntikan vaksin Covid-19 terbanyak keempat di Asia, tertinggal dari Tiongkok, India dan Jepang. Johnny memastikan, pemerintah berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan percepatan vaksinasi hingga tercapai target 208 juta suntikan.
Dia menyatakan, keberhasilan program vaksinasi berperan penting dalam upaya pengendalian pandemi dan proses transmisi menuju endemi di Indonesia. “Tentunya, vaksinasi ini tetap harus dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin,” jelasnya. (lna)

Leave a Reply