Optimis Turun Level PPKM, Objek Wisata di Jogja Bersiap

Ilustrais (Foto: pariwisata.jogjakota.go.id/)

JoSS, JOGJA – Sejumlah objek wisata (obwis) di Kota Jogja tengah mematangkan persiapan dan pelbagai sarana pelengkap lainnya menyambut rencana pembukaan menyusul adanya kemungkinan wilayah DIY mengalami penurunan level PPKM.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan DIY dan Bali masih berada di level 4 pada 31 Agustus – 6 September 2021. Luhut yakin PPKM di DIY akan turun ke level 3. Begitu juga di Bali.

“Dua-dua ini saya kira akan masuk pada level 3 bukan minggu depan, tapi dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

Di saat perpanjangan PPKM Jogja, sudah ada sejumlah penyesuaian aturan. Salah satunya adalah soal pembukaan mal.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menyambut baik kebijakan tersebut. Itu karena Menko Luhut sudah memberi lampu hijau untuk wilayah Yogyakarta guna melonggarkan aktivitas masyarakat.

“Kita bicarakan khusus pelaksanaan dan evaluasi pembukaan pelonggaran untuk mal, restoran, datang ke mal, restoran, warteg, angkringan, dan seterusnya wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” ujar Aji.

Sementara itu, saat ini sejumlah obwis tersebut masih ditutup akibat penerapan PPKM level 4 di seluruh wilayah DIY.

Staf Humas Keraton Jogja, Vinia Prima mengatakan, wisata di kawasan itu yang meliputi Museum Kereta Keraton, Kompleks Pagelaran Keben/Kompleks Kedhaton (Museum Keraton), Tamansari, dan Puralaya Imogiri dan Kotagede masih tutup total. Pihaknya juga masih menunggu arahan pemerintah terkait dengan pembukaan wisata di masa PPKM ini.

“Sampai sejauh ini memang belum ada dhawuh dan arahan. Tapi pekan ini akan ada rapat dan pembahasan detail persiapan yang akan dilakukan jika wisata buka kembali,” kata dia.

Baca juga: DIY Usulkan Pengembangan KA Bandara YIA Dikembangkan Hingga ke Timur Jogja

Dia menjelaskan bahwa pembahasan dan juga persiapan itu nantinya akan mengulas seputar detail pelaksaan protokol kesehatan di masa PPKM, termasuk pula ketentuan lainnya baik bagi wisatawan lokal maupun yang berasal dari luar daerah.

“Pembahasan soal penggunaan aplikasi Pedulilindungi juga nanti akan dibahas bagaimana penggunaan dan teknis detailnya,” ungkap Vinia.

Kepala UPT Pengelolaan Cagar Budaya, Ekwanto mengatakan, sesuai dengan ketentuan dan pencanangan yang dilakukan oleh Pemkot Jogja beberapa waktu lalu, kawasan Malioboro akan diterapkan sebagai tempat wajib vaksin dan masker. Pihaknya juga telah melakukan simulasi terhadap aturan itu.

“Yang disampaikan sewaktu launching itu akan diterapkan betul saat wisata nanti boleh dibuka,” ujar dia.

Ekwanto menambahkan bahwa, pihaknya akan memastikan bahwa aturan yang dibuat bakal disinergikan dengan semua pihak. Nantinya petugas gabungan akan memantau dan mengawasi pelaksanaan Malioboro wajib masker dan vaksin.

Sementara, Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi menuturkan bahwa, pihaknya bakal menguji coba penerapan one gate system atau satu pintu masuk dalam beberapa hari ke depan di kawasan Malioboro.

Hal ini dilakukan melihat geliat kawasan Malioboro yang telah mulai cukup signifikan menjelang akhir pekan. Dalam skema one gate system itu nantinya wisatawan bakal masuk lewat terminal Giwangan untuk diperiksa sejumlah kelengkapan pendukung semisal surat bebas Covid-19, kartu vaksin dan lain sebagainya untuk kemudian diarahkan ke destinasi wisata.

Pengelola Taman Tebing Breksi, Widiyanto Kholiq, mengatakan sejauh ini Tebing Breksi memang belum buka untuk wisatawan umum. Namun mereka berharap segera ada kebijakan pembukaan tempat wisata secara terbatas.

“Kami tetap berharap wisata segera buka. Karena sudah dua bulan lumpuh total. Sampai sekarang belum buka. Kecuali orang cuma buat foto session, shoting video. Itu pun harus izin dari Satgas Covid-19,” ungkapnya Rabu (2/8/2021), seperti dilansir dari harianjogja.com. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*