Kabar Baik! 3 Kecamatan di Semarang Nihil Kasus Positif Covid-19, Lainnya Kurang Dari 5 Kasus

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Mochamad Abdul Hakam saat meninjau kegiatan sentra vaksinasi beberapa waktu lalu (Foto: semarangkota.go.id)

JoSS, SEMARANG – Kabar menggembirakan. Kasus positif Covid-19 di Semarang pada Selasa (31/8/2021) sebanyak 135 kasus, jumlah ini merupakan yang terendah selama setahun terakhir. Sebanyak 3 kecamatan mencatatkan nihil kasus, sementara lainnya di bawah 5 kasus per hari.

Sempat mengalami ledakan kasus infeksi virus corona pada Juni-Juli 2021 lalu dengan jumlah kematian yang tinggi, beberapa pekan terakhir mulai melandai. Wilayah Semarang Raya pun kini masuk level 2 status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Berdasarkan data yang diolah dari Instagram Dinas Kesehatan Kota Semarang, Rabu, per 31 Agustus 2021 kasus positif di Ibu Kota Jawa Tengah ini menyisakan 135 kasus, terendah selama 1 tahun terakhir ini.

Melansir dari Antara, jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Semarang setahun lalu, tepatnya pada1 Agustus 2020 tercatat 650 kasus, namun setelah itu menunjukkan tren menanjak dan mencapai ledakan pada Juni dan Juli 2021 dengan mencatat kasus tertinggi pada 3 Juli 2021, yakni 2.395 kasus.

Pada 2 bulan tersebut, fasilitas kesehatan terutama rumah sakit-rumah sakit, kewalahan menampung pengidap virus berbahaya tersebut sehingga harus mendirikan tenda-tenda darurat di tempat terbuka untuk melayani pasien. Pada periode ini Kota Semarang juga mengalami krisis oksigen.

Penurunan jumlah kasus positif secara berkelanjutan tersebut menjadikan Kota Lunpia ini dimasukkan dalam PPKM Level 2 bersama 11 kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.

Dilihat dari sebaran kasus positif, dari 16 kecamatan, tercatat 3 kecamatan sudah nihil kasus positif, yakni Kecamatan Tugu, Semarang Tengah, dan Kecamatan Genuk.

Sementara itu, 13 kecamatan lain rata-rata kasus positif per kelurahan di bawah 5 kasus. Kecamatan Banyumanik masih menyisakan kasus terbanyak, yakni 21 orang positif COVID-19.

Baca juga: Antibodi Vaksin Sinovac Turun Setelah 6 Bulan, Jangan Kawatir!

Data di laman corona.semarangkota.go.id yang dipantau Rabu (1/9) menyebutkan total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 86.794, sembuh 66.984 orang (tidak termasuk warga luar yang dirawat di Semarang), sedangkan yang meninggal tercatat 4.335 orang (tidak termasuk warga luar Semarang).

Laman itu juga menyebutkan bahwa saat ini pasien COVID-19 yang dirawat sebanyak 129 orang dengan rincian 89 warga Kota Semarang dan 40 orang dari luar.

Pemerintah Kota Semarang melonggarkan aturan pembatasan pengunjung mall, menyusul membaiknya kondisi penyebaran irus corona di wilayah ini. Untuk mall dan pusat perbelanjaan diizinkan buka dengan kapasitas pengunjung maksimal 50%, sementara untuk bioskop 30%.

“Mal boleh buka, pengunjung tetap 50 persen tapi sampai jam 21.00 WIB. Semuanya hari ini boleh buka tapi tetap mengedepankan prokes,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Balai Kota Semarang, Selasa (31/8/2021).

Untuk bisokop, Hendi sapaannya, menyebutkan boleh buka sesuai dengan aturan tempat wisata yaitu 30 persen kapasitas. Namun hingga saat ini belum ada pengelola yang mengajukan izin membuka kembali bioskop.

“(Bioskop) Sangat dimungkinkan (buka) asal dia mau sampai 30 persen. Kan tempat hiburan di sini bisa buka asal 30 persen. Belum ada informasinya sampai sekarang (yang mau buka). Mungkin mereka ngejarnya kalau bisa sampai separuh, kalau 30 persen operasionalnya belum nutup,” jelas Hendi, seperti dilansir dari detik.com.

Hendi menambahkan, pengunjung mal dan sejumlah tempat wisata tetap menggunakan syarat sudah vaksin dengan menunjukkan lewat aplikasi pedulilindungi saat akan masuk. Sedangkan untuk car free day (CFD), Hendi menyebut kemungkinan pekan depan juga dibuka.

“(CFD) Belum, tapi kemungkinan dalam waktu segera ya, minggu depan mungkin kita bisa buka CFD karena fasilitas olahraga bisa dimungkinkan dibuka di level 2. Pasti kita akan lakukan pembatasan-pembatasan yang erat sekali karena kaitannya dengan ruang publik,” jelasnya.

Sementara itu Hendi juga menyebut kondisi pandemi Corona di Kota Semarang sudah cukup melandai. Namun ada kendala dalam tracing dan testing. Sehingga saat ini pihaknya masih mengejar soal capaian tracing dan testing. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*