
JoSS, SRAGEN – Sebuah gua kuno yang pernah menjadi tempat persembunyian Pangeran Mangkubumi di Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Masaran, Sragen, segera dikembangkan menjadi objek wisata baru.
Konon, gua ini mampu menampung warga satu kampung yang bersembunyi dari kejaran pasukan Belanda.
“Sulit dipercaya, tapi bisa jadi benar karena kesaktian dari Pangeran Mangkubumi. Mungkin juga karena jumlah warga satu kampung saat itu belum banyak,” papar Giyanto, tokoh masyarakat di Desa Gebang.
Melansir dari solopos.com, Pangeran Mangkubumi menjadikan gua tersebut untuk bersembunyi dan menyusun strategi perang saat melawan pasukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dikenal dengan peperangan Mangkubumen pada 1746-1757.
Sebelum dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono ke I, Pangeran Mangkubumi gigih memberi perlawanan terhadap VOC. Merasa keberatan dengan langkah kakaknya, Paku Buwono (PB) II yang menjalin kerja sama dengan VOC, Pangeran Mangkubumi memilih keluar dari Bumi Mataram.
Keputusan tersebut menuai dukungan dari Pangeran Adipati Arya Mangkunegara atau RM Said yang bergelar Pangeran Sambernyawa.
Baca juga: Wisata Candi Borobudur dan Prambanan Sudah Dibuka, Berikut Lokasi Pemindai Aplikasi PeduliLindungi
Pangeran Mangkubumi dikenal sebagai panglima perang yang sangat tangguh dan sulit ditaklukkan. Bersama Pangeran Sambernyawa, Pangeran Mangkubumi berhasil membebaskan beberapa daerah dari cengkeraman VOC.
Keberhasilan membebaskan sejumlah daerah dari cengkeraman VOC itu membuat Pangeran Mangkubumi memiliki pengikut 3.000 prajurit. Pada tahun 1747, jumlahnya meningkat pesat menjadi 13.000 prajurit. Di antara mereka terdapat 2.500 prajurit berkuda. Gerilya menjadi siasat perang Pangeran Mangkubumi untuk menghindari kejaran VOC.
Bumi Sukowati menjadi salah satu tempat bergerilya Pangeran Mangkubumi. Dia sempat mendirikan pemerintahan Projo Sukowati di Pandak Karangnongko, Desa Krikilan, Masaran, Sragen. Pendapa yang berdiri di kampung itu dijadikan sebagai pusat pemerintahan Projo Sukowati.
Karena alasan keamanan, Pangeran Mangkubumi akhirnya meninggalkan pendapa di Pandak Karangnongko itu. Ia kemudian bergerilya ke Gebang yang berjarak sekitar 3 km dari lokasi.
Di Gebang, Pangeran Mangkubumi memiliki tempat yang nyaman untuk bersemedi sekaligus bersembunyi dari kejaran pasukan Belanda. Tempat tersebut adalah sebuah gua yang berada di tepi sungai. Gua yang berada di bawah pohon beringin dikenal sebagai tempat pertapaan Pangeran Mangkubumi. (lna)

Leave a Reply