Dinkes Solo Tarketkan 76.000 Vaksinasi Pelajar dan Pondok Pesantren

JoSS, SOLO – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo menargetkan 76.000 anak sekolah dan pondok pesantren menerima vaksinasi covid-19 usia 12-17 tahun. Kebijakan ini menyusul rencana penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada bulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menargetkan 2.850 warga menerima vaksin per harinya. Awal pekan ini, Pemkot Solo mempercepat capaian dengan memvaksin 200-an pelajar per hari.

Adapun capaian vaksinasi pelajar hingga pekan ini baru 10,11 persen.

“Kami memulai vaksin 100-200 pelajar karena menyesuaikan persediaan vaksin. Intinya anak usia 12-17 tahun ini menjadi prioritas saya selain kelompok berisiko (pengidap diabetes melitus dan hipertensi, serta ibu hamil). Target 76.000 anak sekolah dan pondok pesantren. Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) dan pondok pesantren dari Kementerian Agama (Kemenag),” katanya, belum lama ini.

Ning, panggilan akrabnya, mengatakan pelajar yang divaksin adalah mereka yang menjalani pendidikan di Solo. “Kalau saya bicaranya pelajar, saya bicaranya sekolah. Saya enggak bicara KTP. Asal sekolahnya di Solo. Sasaran kami 76.000 anak itu termasuk Ponpes,” ucapnya.

Dia meminta staf rutin mengisi PCAre yang berisi laporan harian vaksin yang sudah digunakan, termasuk sasaran penggunaannya. Wali Kota mengarahkan agar vaksinasi diberikan kepada siswa usia SMA/SMK terlebih dahulu, namun pihaknya menyerahkan pendataan kepada Disdik.

Sementara itu, terkait persiapan membuka kembali sekolah Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mewajibkan siswa yang mengikuti PTM terbatas untuk diantar jemput orang tuanya. Apabila, orangtua maupun kerabat tak bisa mengantar karena alasan tertentu, maka Pemkot bakal memfasilitasi transportasi penunjang atau kendaraan antar-jemput.

“Sebaiknya, ya, diantar-jemput orang tua. Kalaupun tidak bisa seperti anak-anak yatim piatu nanti kami siapkan armada khusus, ada feeder khusus dari Dishub (Dinas Perhubungan). Ya seperti simulasi-simulasi sebelumnya yang sudah kami lakukan sebelumnya,” ucapnya, seperti dilansir dari solopos.com Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Solo Longgarkan PPKM: Boleh Resepsi, Makan Di Mall dan Objek Wisata Dibuka

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan armada antar jemput sudah siap diterjunkan namun masih menunggu kepastian dan koordinasi lebih lanjut dari Dinas Pendidikan (Disdik). Mengingat sekolah mana saja yang pasti menggelar PTM dan bakal memanfaatkan armada tersebut.

“Kami harus memiliki data sekolah-sekolah mana yang mau PTM guna menyesuaikan kebutuhan armada yang bakal diterjunkan. Bus Batik Solo Trans (BST) bisa digunakan, begitu pula angkutan feeder atau pengumpan,” jelasnya.

BST maupun angkutan pengumpan yang akan digunakan diberi tanda khusus, seperti angkutan khusus PTM/pelajar guna membedakan dengan armada untuk penumpang umum. Sama seperti simulasi yang dilakukan beberapa waktu lalu, pihaknya sudah menyepakati pemanfaatan BST dan angkutan pengumpan.

“Tinggal menyesuaikan rutenya. Kemudian, jumlah siswanya dan yang dilalui. Kalaupun nanti ada yang jauh dari jangkauan kendaraan umum nanti bisa kami carikan solusi,” kata dia.

Terpisah, Kepala UPT Transportasi Dishub Kota Solo, Yulianto Nugroho, mengaku jumlah armada yang disipkan bisa 10 unit untuk tiap sekolah. Simulasi kendaraan umum untuk siswa sekolah sudah dilakukan untuk SMPN 3 dan SMPN 18.

“Keduanya sudah pernah memanfaatkan kendaraan anak sekolah, beberapa waktu lalu karena sekolahnya dibangun dan pindah, sementara mayoritas siswanya berdomisili dekat dengan bangunan lama. Kami masih koordinasi dengan Disdik,” jelasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*