
BANGSA Indonesia, pada 17 Agustus 2021 mendatang genap berusia 76 tahun setelah dinyatakan merdeka pada 17 Agustus 1945. Banyak masyarakat beranggapan bahwa saat itulah kata Indonesia muncul pertama kali.
Namun, istilah Indonesia ternyata muncul jauh sebelum Indonesia merdeka. Adalah James Richardson Logan, seorang pengacara yang lahir di Berwickshire-Skotlandia pada 10 April 1819 yang disebut merupakan pencetus pertama istilah Indonesia.
Pada 1869, kata Indonesia kali pertama muncul dalam tulisan James Richardson Logan. Kata Indonesia ini menunjukkan keberadaan kepulauan di lautan Hindia Pasifik.
Inde yang artinya Hindia dan nesos artinya pulau. Demikian dikutip dari Swantara, Majalah Triwulan Lemhanas RI No.03 Tahun I/Desember 2012.
Pramoedya Ananta Toer, dalam buku Sedjarah Modern Indonesia yang diterbitkan di kalangan terbatas pada 1964, menyebutkan nama Logan sebagai pencetus pertama istilah Indonesia. Demikian dilansir dari indonesia.go.id.
Dalam pengantar buku itu, Pram menjelaskan tentang apa itu Indonesia. Dia menulis, “Sampai waktu yang lama Indonesia dianggap tjiptaan Bastian, sedang sebenarnja adalah tjiptaan Logan. Pada mulanya Indonesia tidak lebih daripada sebuah istilah geografi, tapi dengan pasangnya gerakan kemerdekaan nasional non-koperatif kemudian mendjadi djuga istilah politik. Sebelum itu, mendjelang tutup abad ke-19, istilah ini telah djuga digunakan sebagai istilah hukum oleh Ir H van Kol dalam perdebatan-perdebatan di dalam Parlemen Belanda.”
Logan meninggal dalam usia relatif muda, 50 tahun, karena malaria. Penulis riwayat Logan, Andreas Harsono mengunggah di laman pribadinya, http:andreasharsono.net dengan judul “Sebuah Kuburan, Sebuah Nama”.
Baca juga: Rumah Digital Indonesia: Festival Kemerdekaan Virtual Terbesar, Masyarakat Bisa Ikut Lomba
Andreas sengaja berangkat ke Penang, untuk mencari makam Logan. Oktober 2008, adalah waktu yang dia pilih untuk melakukan penelusuran makam ‘orang penting’ yang nyaris terabaikan dari perhatian orang zaman sekarang.
Dalam pencarian tersebut, Andreas ditemani profesor dari Universiti Sains Malaysia, Francis Loh Kok Wah; seorang blogger, Anil Netto; dan wartawan, Himanshu Bhatt. Pemakaman Logan diketahui berada di Jalan Sultan Ahmad Shah.
Atas petunjuk Francis Loh, Andreas berhasil menemukan makam yang berbaur dengan makam orang-orang lain yang beragama Protestan. Rupanya di Penang, pemakaman orang Protestan dipisah dengan pemakaman orang Katolik.
Makam itu adalah makam Logan bersaudara. Dia dimakamkan berdampingan dengan saudaranya Abraham, yang dimakamkan sesudahnya. Mereka adalah dua bersaudara yang datang ke Penang pada 1840. Pada waktu itu James berumur 20 tahun. Tahun 1842 mereka, yang memang kompak, pindah ke Singapura. Tapi, James kembali ke Penang pada 1853. Seperti dilansir dari indonesia.go.id.
Sekembalinya di Penang, James membeli dan menyunting koran Penang Gazette, pada tahun 1853. Sementara itu adiknya yang ada di Singapura mendirikan koran Singapore Free Press. James meninggal dunia pada 1869.
Kematian James dianggap sebagai kehilangan besar bagi Penang. Warga Pulau Pinang pada waktu itu mendirikan monumen penghormatan untuk jasa-jasanya. Sifat-sifat James tertera dalam tugu memorial yang mencantumkan sifat-sifat mulianya, yakni temperance (kesederhanaan), justice (keadilan), fortitude (tabah, ulet), dan wisdom (bijak). (lna)

Leave a Reply