Harimau Sumatera Tino dan Hari Pulih dari Covid-19

Foto: facebook Pemprov DKI Jakarta

KABAR BAIK, dua harimau Sumatera bernama Hari dan Tino yang terinveksi virus corona mulai pulih kesehatannya. Dua ‘warga’ Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan positif terpapar Covid-19, sejak tiga pekan lalu itu sempat mengalami gejala sesak napas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di sela kunjungannya di enam lokasi vaksinasi di Jakarta, menyempatkan diri mampir ke Ragunan untuk menengok pasien Covid-19 yang cukup unik ini.

“Sekitar tiga minggu lalu, perawat satwa di Ragunan memperhatikan bahwa Hari dan Tino tampak sakit dan bergejala seperti Covid, yaitu flu, lemas dan sesak napas,” tulis Anies Baswedan alam akun Facebook, dikutip Minggu (1/8/2021).

TMR pun bertindak cepat. Mereka memanggil petugas swab untuk mengambil sampel swab Hari dan Tino, lalu mengirimkannya ke Laboratorium Bioteknologi milik Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian Bogor. Ternyata hasil tes PCR menunjukkan Hari dan Tino positif Covid-19.

Anies menyebut, kasus satwa terkena Covid-19, terutama harimau dan singa, tidaklah unik. Telah banyak kasus serupa di berbagai negara lain. Tentu perawatan satwa terkena Covid-19 ini tidak sama dengan manusia.

Hari dan Tino tidak bisa dikirim untuk isolasi ke Wisma Atlet, tapi harus melakukan isolasi mandiri (isoman) dan dirawat serta dimonitor dengan ketat oleh para dokter hewan terbaik di Ragunan. “Alhamdulillah, Hari dan Tino kini berangsur pulih dan sudah tampak aktif,” ujarnya.

Walaupun demikian, karena Jakarta masih berada dalam situasi PPKM Level 4 maka TMR belum bisa dibuka untuk publik. Alhasil, Hari dan Tino tidak harus buru-buru kembali ‘work from office’ dan punya waktu untuk menyehatkan diri sepenuhnya.

Baca juga: Ngeri-ngeri Sedap, Tes Hasil Swab PCR Positif Covid-19 Buat Bungkus Gorengan

“Kita berdoa semoga Allah SWT segera mengangkat cobaan pandemi ini agar kita semua, termasuk Hari dan Tino, bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala, dan mereka kembali bisa menyapa para pengunjung Taman Margasatwa Ragunan,” tutur Anies.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengatakan petugas kebun binatang mengamati dua ekor harimau bernama Tino dan Hari itu tampak sakit pada awal Juli 2021.

“Awalnya pada 9 Juli 2021, Tino yang berusia sembilan tahun sakit dengan gejala sesak napas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan,” kata Suzi dalam keterangan tertulis Minggu (1/8/2021). Selang dua hari kemudian, kondisi kesehatan Hari yang berusia 12 tahun, juga mengalami penurunan dengan gejala klinis yang sama seperti Tino.

Pada 14 Juli 2021, petugas mengambil sampel lendir dengan metode swab dari Tino dan Hari. Sampel itu dikirim ke laboratorium Pusat Studi Satwa Primata, Institut Pertanian atau IPB di Bogor. Hasilnya keluar sehari kemudian yang menunjukkan Tino dan Hari positif Covid-19.

Petugas kebun binatang segera mengobati Tino dan Hari dengan memberikan antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari. Dalam waktu sekitar sepuluh sampai 12 hari pengobatan, menurut Suzi, kondisi kedua satwa itu berangsur membaik dan pulih.

“Mereka sudah sehat. Nafsu makan kembali normal dan aktif,” kata Suzi. Meski begitu, petugas Kebun Binatang Ragunan terus memantau kondisi mereka setiap saat.

Suzi menjelaskan, kedua satwa tersebut tidak menularkan virusnya kepada manusia. Menurut dia, belum ada studi yang menunjukkan eksudat atau percampuran sel antara satwa yang terinfeksi Covid-19 dengan manusia.

Mengenai penyebab Tino dan Hari terinfeksi Covid-19, Suzi mengatakan masih menelusurinya. Saat kedua satwa itu mengidap gejala Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan dalam kondisi tutup karena pemberlakuan PPKM Darurat.

“Kami sudah melakukan tracing kepada perawat dan petugas saat satwa sakit. Mereka semua sehat dan tidak ada yang terpapar Covid-19,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*