
JoSS, JOGJA – Pengelola Trans Jogja menghentikan sementara operasional armadanya mulai Minggu 18 Juli 2021 hingga kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berakhir. Hal ini menyusul penutupan sejumlah ruas jalan yang berpengaruh terhadap rute Trans Jogja.
Bus yang dikenal dengan nama Trans Jogja Istimewa (TJI) ini memiliki 20 rute dengan 353 pemberhentian.
Penghentian sementara operasional bus Trans Jogja ini diinformasikan melalui akun Instagram @transjogja_official.
“Hai Sobat TJI, hingga hari ini rate Pandemi di Jogja semakin tinggi, mobilitas masyarakat musti dibatasi. Saatnya Trans Jogja #relaksasi demi pembatasan kedaruratan,” demikian ditulis akun ofisial Trans Jogja.
Melalui unggahan tersebut, Trans Jogja juga menginformasikan akan melakukan off pelayanan mulai MInggu 18 Juli2021 hari ini hingga PPKM Darurat berakhir.
“Trans Jogja akan off pelayanan mulai hari Minggu 18 Juli 2021 – PPKM Darurat berakhir. Saatnya kita bersama melawan Covid 19 agar bumi lekas membaik,” demikian disebutkan akun ofisial Trans Jogja.
Dalam unggahan tersebut disebutkan, penghentian sementara operasional Trans Jogja dimaksudkan untuk membatasi pergerakan masyarakat guna mencegah penyebaran Covid-19.
Baca juga: Turunkan Mobilitas Masyarakat, 9 Persimpangan di Jogja Ditutup
Selain itu beberapa ruas jalan yang dilintasi rute Trans Jogja juga mengalami penutupan pada saat pemberlakuan PPKM Darurat. Diantaranya di simpang empat SGM ke arah Barat, Jalan Taman Siswa ke arah Utara, Simpang empat Janti, juga arah Malioboro.
Mengutip Wikipedia, Trans Jogja merupakan sebuah sistem transportasi bus cepat, murah, dan ber-AC di seputar Kota Yogyakarta. Trans Jogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit yang dicanangkan Departemen Perhubungan Republik Indonesia. Sistem ini mulai dioperasikan pada awal bulan Maret 2008 oleh Dinas Perhubungan DIY.
Sistem yang menggunakan bus (berukuran sedang) ini menerapkan sistem tertutup, dalam arti penumpang tidak dapat memasuki bus tanpa melewati gerbang pemeriksaan, seperti juga TransJakarta.
Selain itu, diterapkan sistem pembayaran yang berbeda-beda: sekali jalan, tiket berlangganan pelajar, dan tiket berlangganan umum. Ada tiga macam tiket yang dapat dibeli oleh penumpang, yaitu tiket sekali jalan (single trip), dan tiket umum berlangganan.
Tiket ini berupa kartu pintas, bukan karcis bus biasa. Karcis akan diperiksa secara otomatis melalui suatu mesin yang akan membuka pintu secara otomatis. Penumpang dapat berganti bus tanpa harus membayar biaya tambahan, asalkan masih dalam satu tujuan.
Pengelola Trans Jogja adalah PT Jogja Tugu Trans, sebagai wujud konsorsium empat koperasi pengelola transportasi umum kota dan pedesaan di Yogya (Koperasi Pemuda Sleman, Kopata, Aspada, Kobutri, dan Puskopkar) dan Perum DAMRI, dan PT Anindya Mitra Internasional. (lna)

Leave a Reply