Prof Widowati: Biomatematika Penting Untuk Pertimbangan Dalam Pengendalian Penyebaran Covid-19

Guru Besar Matematika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Widowati, S.Si, M.Si. (Foto: undip.ac.id).

JoSS, SEMARANG – Guru Besar Matematika Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Widowati, S.Si, M.Si., mengatakan matematika memiliki peran yang sangat penting dalam memecahkan masalah-masalah yang rumit yang melibatkan kuantitas, struktur, ruang, atau perubahan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dekan FSM Undip mengungkapkan penggunaan permodelan matematika termasuk di dalamnya merepresentasikan secara matematis model dinamika penyebaran Covid-19 dengan alat matematika terapan.

Dia menambahkan seorang matematikawan bisa membuat analisa perilaku penyebaran Covid-19 dengan variabel banyaknya individu yang rentan, banyaknya individu yang terpapar, banyaknya individu yang terinfeksi, banyaknya individu yang sembuh dan banyaknya individu yang meninggal.

“Variabel-variabel tersebut secara matematis bergantung pada waktu dan membentuk sistem dinamik. Secara kuantitatif, berdasarkan data empiris perilaku penyebaran covid-19 dapat disimulasikan dengan menggunakan simulasi komputer,” kata Prof. Widowati, dilansir dari undip.ac.id, Rabu (7/7/2021).

Menurutnya, cabang ilmu matematika yang relevan untuk dipakai menganalisa penyebaran Covid-19 adalah biomatematika.

“Aplikasi matematika dalam hal ini biomatematika, dapat digunakan untuk pemecahan masalah nyata (real problem solving) yang secara saintifik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pertimbangan dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Baca juga: Positif Covid-19 Jangan Panik, Ini Arahan Dokter RSND UNDIP Anindita

Mengenai pemanfaatan matematika dalam pengendalian penyebaran Covid-19, dia menyebutkan dalam cabang matematika yang disebut sistem kontrol, penerapan kontrol optimal dapat digunakan untuk optimasi yaitu bagaimana dapat mereduksi banyaknya individu yang terinfeksi dan memaksimumkan individu pulih dengan biaya yang efisien.

Dengan kata lain, bagaimana kita dapat mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan biaya yang minimum, sangat mungkin dilakukan.

Secara ringkas bisa dibahasakan sebagai variabel kontrol misalnya pencegahan diri yang diwujudkan dalam penerapan physical distancing, pemakaian masker, mencuci tangan; kemudian variable kontrol vaksinasi, penyuluhan, karantina diri, dan pengobatan.  Melalui komputasional simulasi bisa didapat variabel kontrol mana yang paling efektif dalam pengendalian penyebaran Covid-19.

“Itu merupakan contoh aplikasi matematika di bidang biologi dan kesehatan yang mana pendekatan model matematika-sistem dinamik penting untuk memprediksi keadaan dimasa mendatang. Hasil simulasi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi dan menganalisis perilaku penyebaran Covid-19, sehingga dapat dijadikan sebagai rekomendasi untuk pemilihan kebijakan yang tepat dalam penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan lebih efisien dan efektif,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*