Perajin Keris Banyusumurup Mulai Rambah Pasar Digital

Ilustrasi (Foto: mlakumlakuimogiri.blogspot.com)

PANDEMI Covid-19 membatasi pergerakan masyarakat, larangan berkerumun dan pembatasan jarak sosial. Hal ini tentunya sangat berpengaruh pada perajin yang sebagian besar masih menjual hasil karyanga secara langsung atau tansaksi konvensional.

Tak terkecuali, imas pandemi juga dialami perajin keris yang diproduksi warga Banyusumurup, Kalurahan Imogiri, Kapanewon Bantul, DIY. Tak hanya memenuhi pesanan khusus, setiap hari, pengrajin di sana memproduksi bagian-bagian keris untuk dijual ke pelanggan.

Umumnya, penjualan keris satuan dilakukan secara langsung. Belum banyak pengrajin yang menjual keris di ranah daring seperti media sosial dan platform lokapasar.

Padahal, minat masyarakat untuk membeli keris secara daring meningkat, terutama untuk kebutuhan hiasan dan pelengkap pengantin. Meski belum banyak, namun sudah ada pengrajin keris yang mulai memasarkan dagangannya secara daring.

Dilansir dariĀ Antara, keris aksesori yang dibutuhkan sebagai hiasan rumah maupun pelengkap pengantin dijual mulai dari kisaran Rp150.000. Sementara, untuk keperluan pusaka, harganya bisa sangat mahal, ada yang mencapai Rp70 juta. Hal ini juga akan berbeda sesuai dengan bahan yang digunakan serta kerumitan pamor yang dikehendaki.

Dengan pemasaran daring ini, diharapkan pemesanan keris dari berbagai kota bahkan luar negeri bisa meningkat. Selain itu, juga semakin banyak pihak yang kian mengenal keris hasil karya perajin di Banyusumurup.

Kerajinan keris di Dusun Banyusumurup, Kalurahan Girirejo, Kapanewon Imogiri, Bantul telah ada dan mulai digeluti oleh masyarakat sudah lama sejak tiga abad silam.

Baca juga: Fakta Dibalik Museum Keris Nusantara Solo, Keris Pak Jokowi Juga Ada lho

Untuk mengunjungi Dusun Banyusumurup, wisatawan cukup menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari pusat Kota Jogja menggunakan kendaraan pribadi. Saat memasuki kawasan desa wisata, Anda akan disambut dengan gapura berhiaskan keris yang menunjukkan bahwa Anda telah sampai di desa wisata kerajinan keris di Banyusumurup.

Di sana, ada galeri keris yang bisa dijadikan tujuan wisatawan untuk mengenali berbagai jenis keris sesuai pamor dan kegunaannya. Anda bisa belajar seni dan budaya terkait filosofi keris dengan para pengrajin di sini.

Selain itu, wisatawan juga bisa melihat proses pembuatan keris secara langsung. Bahkan, jika melakukan reservasi sebelumnya, wisatawan juga bisa mengambil paket wisata praktik membuat keris maupun warangkanya sendiri.

Bahan utama membuat warangka ialah lempeng kuningan, tembaga, perak, dan ada juga yang berasal dari emas murni. Pemesan bisa menyesuaikan bahan yang dikehendakinya.

Pembuatan keris di desa ini menggunakan peralatan yang sederhana. Meski begitu, prosesnya tak sesederhana peralatannya, karena menggunakan teknik tempa yang rumit pada berbagai motif pamor pada logamnya.

Saat terbaik untuk mengunjungi Dusun Banyusumurup ialah ketika pagi hari. Suasana pedesaan yang asri dan dekat dengan bukit membuat wisatawan bisa merasakan kesejukan desa setempat.

Apalagi, perajin di sini tidak membuat semua bagian keris di satu tempat saja. Pasalnya keahlian setiap perajin berbeda-beda.

Ada yang khusus membuat warangkanya, pegangannya, serta keris itu sendiri. Sehingga berkeliling ke berbagai lokasi produksi bisa memakan waktu seharian. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*