Penutupan 27 Exit Tol di Jateng Diperpanjang Hingga 25 Juli 2021

Tol di Jawa tengah ditutup selama PPKM darurat (Foto: youtube CNN Indonesia)

JoSS, SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah memperpanjang masa penutupan akses keluar 27 pintu tol di provinsi ini di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan diperpanjang hingga 25 Juli 2021.

Sebelumnya, kebijakan penutupan akses keluar tol menuju Jawa Tengah yang dilakukan sejak 16 Juli, rencananya berakhir pada 22 Juli 2021 sesuai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol.Iqbal Alqudusi mengatakan perpanjangan itu sejalan dengan perpanjangan masa PPKM. Selama masa PPKM, kepolisian di Jawa Tengah telah mencegah masuknya puluhan ribu kendaraan bermotor yang melintas di perbatasan provinsi maupun antarkabupaten/kota.

“Diperpanjang sampai 25 Juli,” katanya, di Semarang, Jumat (23/7/2021).

Kendaraan yang masuk kategori esensial dan kritikal saja yang diizinkan masuk ke Jawa Tengah selama PPKM. Pemerintah telah memutuskan memperpanjang PPKM hingga 25 Juli 2021 sebagai salah satu upaya menekan angka kasus Covid-19.

Sebelumnya Polda Jateng menutup seluruh exit tol yang ada di Provinsi Jawa Tengah mulai tanggal 16 – 22 Juli 2021. Hal tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan atas hasil rapat yang digelar Polda Jawa Tengah dengan lintas sektoral di Pendopo Kabupaten Semarang, Selasa (13/7/2021).

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi  mengatakan Jawa Tengah dianggap sebagai episentrum dan central gravity masyarakat. Jawa Tengah dijadikan tujuan mudik dan tujuan aktifitas dalam bentuk apapun.

Baca juga: Seluruh Daerah di Jateng Terapkan Aturan PPKM Level Tertinggi

Tak hanya di 27 exit tol yang dilakukan penyekatan, Kapolda juga menyebut ada 224 penyekatan check poin di seluruh wilayah Jawa Tengah juga akan dilakukan pengetatan.

“Ini dalam rangka mengurangi kegiatan-kegiatan masyarakat di wilayah kita, kecuali mereka yang bekerja di bidang esensial maupun kritikal. Dari Jakarta dan Jatim tidak bisa masuk ke Jateng kecuali yang masuk dalam Serat Edaran Mendagri Nomor 15 Tahun 2021,” jelasnya.

Sementara itu, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menyebut, angka Covid-19 aktif di Kabupaten Semarang sempat landai namun beberapa waktu lalu mengalami kenaikan yang signifikan namun saat ini sudah mulai menurun.

“Alhamdulillah beberapa hari ini sudah mulai menurun walaupun memang angkanya cukup tinggi,” ujarnya. Beberapa hal yang didiskusikan dalam rapat tersebut adalah untuk menekan laju pergerakan masyarakat dan kendaraan. Hal ini menurut Pangdam merupakan kendala terbesar karena Kabupaten Semarang ini adalah kota perlintasan baik masyarakat maupun barang.

“Namun kita upayakan ini bisa kita tekan di mana kemarin evaluasi yang dilakukan oleh Bapak Menkomarinves bahwa Kabupaten Semarang ini masih hitam, kita berupaya supaya bisa jadi merah maupun kuning,” katanya, dilansir dari bisnis.com. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*