JoSS, MYANMAR – Seorang kuasa hukum Aung San Suu Kyi, Daw Min Min Soe mengatakan Pemimpin de facto Myanmar yang dikudeta itu, mengaku kekurangan uang untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dirinya selama menjadi tahanan rumah junta militer.
Sidang di Naypyitaw, Senin (7/7), Suu Kyi mengatakan kepada tim hukumnya bahwa ia butuh uang tunai itu membeli makanan, obat-obatan, serta kebutuhan sehari-hari lain untuk ia dan delapan tahanan lainnya, juga anjingnya, Taichido.
“Amay (panggilan untuk Suu Kyi) mengatakan dia dan tahanan lain butuh uang tunai untuk makan dan kebutuhan lainnya setiap dua minggu,” ujar Daw Min Min Soe, Senin (7/6/2021), seperti dikutip dari The Irrawaddy.
Suu Kyi mengatakan bahwa orang yang menahan mereka (Junta Militer) sebenarnya sudah menawarkan bantuan, tapi ia ogah menerima. Jika memungkinkan, Suu Kyi meminta tim hukumnya untuk membantu.
“Kata Amay, uang tunai 5 juta kyat atau sekitar Rp43juta sudah cukup untuk saat ini. Dia mengatakan persediaan lain juga diperlukan,” kata pengacara itu.
Saat ini, Suu Kyi sudah didakwa dengan enam tuduhan, dua di antaranya terkait pasal 25 mengenai hukum pengelolaan bencana alam, pasal 8 soal ekspor dan impor, pasal 67 mengenai telekomunikasi, dan pasal 505 (b)KUHP untuk penghasutan dan Undang-Undang Rahasia Negara.
Seperti diketahui, Suu Kyi bersama Presiden Myanmar, U Win Myint, dan ketua Dewan Perwakilan, Myo Aung, hadir di pengadilan pada 24 Mei dan 7 Juni. Itu merupakan kali pertama mereka menghadiri langsung sidang. Sebelumnya, mereka selalu menghadiri sidang secara virtual.
Baca juga: Pemimpin Junta Militer Myanmar Sebut San Suu Kyi Sehat dan Sudah Berada Di Rumahnya
Dilansir dari CNNIndonesia, pekan lalu, junta militer memindahkan Suu Kyi dan beberapa tahanan rumah ke lokasi yang tak diketahui.
Sejauh ini, menurut Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), orang yang ditahan junta sebanyak 4.677 orang. Sementara itu, jumlah korban tewas akibat bentrok dengan aparat Myanmar mencapai 857.
Sementara itu, proses pengadilan kasus perdana Aung San Suu Kyi dijadwalkan akan rampung pada Juli mendatang. Sebagaimana dilansir Reuters, pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw, mengatakan bahwa batas persidangan ini ditetapkan dalam putusan hakim ketua pada Senin (7/6/2021).
Hakim memberikan waktu kepada penuntut hingga 28 Juni untuk menyelesaikan berkas kasus. Sementara itu, tim kuasa hukum Suu Kyi diberi waktu untuk pembelaan hingga 26 Juli. Menurut Maung Zaw, proses persidangan akan berlangsung setiap Senin dan Selasa hingga batas waktu tersebut.
Setelah ditahan junta militer usai kudeta, Suu Kyi menghadapi sejumlah tuduhan, di antaranya mengimpor walkie-talkie secara ilegal, melanggar protokol Covid-19, dan dugaan suap dengan menerima emas serta pembayaran sekitar $600 ribu atau kira-kira Rp8,5 miliar.
Dalam kasus terpisah, ia juga didakwa melanggar Undang-undang Rahasia Negara. Jika terbukti bersalah, petinggi Myanmar itu akan dihukum hingga 14 tahun penjara. Hingga kini, belum diketahui kasus mana yang akan rampung pada Juli.
Sementara itu,SuuKyi sendiri menyangkal semua tuduhan terhadap dirinya. (lna)

Leave a Reply