
JoSS, SEMARANG – Jumlah kasus aktif Covid -19 di Jawa Tengah per Selasa (22/6/2021) mencapai 18.804 kasus. Tercatat, Kudus merupakan kabupaten/kota dengan jumlah kasus aktif Covid-19 tertinggi di provinsi tersebut dengan 2.047 kasus.
Data laman Jateng Tanggap Covid-19 mencatat Kabupaten dengan kasus aktif Covid-19 terbanyak kedua di Jateng adalah Semarang. Ibu kota provinsi Jawa Tengah ini tercatat memiliki 1.462 kasus aktif Covid-19.
Posisi ketiga ditempati Kendal dengan jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 1.175 kasus. Berikutnya kabupaten Sragen dan Kebumen masing-masing sebanyak 904 kasus dan 769 kasus.
Pemerintah Jawa Tengah mencatat, akumulasi kasus positif corona di provinsi tersebut sebesar 235.228 kasus. Tercatat, terdapat 201.374 kasus sembuh, 15.050 kasus meninggal, dan 14.373 suspek Covid-19.
Untuk mencegah penyebaran virus yang lebih masif, pemerintah perlu melakukan upaya penanggulangan virus Covid-19 secara lebih optimal.
Pemprov Jateng menggelar rapat virtual yang membahas penanganan Covid-19 terkini di wilayah Jateng, Senin (21/6/2021).Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan akan segera memberlakukan program ‘Jateng di Rumah Saja’ pada akhir pekan ini.
Baca juga: 358 Nakes Di Kudus Positif Covid-19, Kapolri Pastikan Kebutuhan Tenaga Kesehatan Tercukupi
Selain itu anggaran dari beberapa kabupaten/ kota memang perlu dianalisa dan di refocusing kembali. Untuk Program Jateng di Rumah Saja, segera dilaksanakan minggu ini, jika hal itu sangat diperlukan.
“Kalau perlu Sabtu dan Minggu besok bisa kita mulai 2 hari di rumah saja,” kata gubernur.
Dalam rapat virtual yang diikuti pejabat Forkompimda dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Pj Sekda Jateng Prasetyo Aribowo menjelaskan hampir semua kabupaten/ kota mengalami peningkatan kasus baru. Dalam catatannya, kasus tertinggi didominasi Kabupaten Kudus yang disusul Kabupaten Kendal.
Ia juga menambahkan cakupan vaksinasi dari suntikan pertama mencapai 49,60%, sedangkan suntikan kedua hanya menyentuh angka 28,86%. “Hal itu membuktikan tingkat kesadaran masyarakat masih kurang akan efektifitas vaksin,” kata Prasetyo
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk disiplin dalam menerapkan protocol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. (lna)

Leave a Reply