
JoSS, SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, lonjakan harian kasus Covid-19 di Semarang mulai terjadi sepekan terakhir, terutama sejak banyak pasien covid-19 dari sejumlah daerah dirujuk ke RS di Semarang.
Tempat isolasi dan ruang ICU rumah sakit di Semarang mulai penuh, sehingga kasus harian tembus 1.000 kasus. Tempat isolasi di rumah dinas wali kota dan ruang ICU RS Wongsonegoro Semarang pun penuh.
“Ini kita mulai waspada, antisipasi penularan masif. Memang ada lonjakan kasus harian yang dipicu dari rujukan pasien luar daerah seperti Kudus, Demak dan Jepara masuk ke sini. Di area dalam kota sendiri memang ada kenaikan sehingga hari ini sudah mencapai 1.000 kasus aktif,” ujar Hendrar, Selasa (8/6/2021), seperti dilansir dari CNNIndonesia.
Hendi sapaan Wali Kota Semarang ini menuturkan, Pemkot Semarang akan membuka kembali Asrama Haji Islamic Centre Manyaran dan gedung Diklat Ketileng sebagai tempat isolasi. Sementara untuk fasilitas kesehatan, pihaknya akan melibatkan RS milik polri hingga swasta.
Baca juga: 358 Nakes Di Kudus Positif Covid-19, Kapolri Pastikan Kebutuhan Tenaga Kesehatan Tercukupi
“Ya kita kerahkan dan libatkan semua. Isolasi kita tambah buka lagi di Islamic Centre dan Diklat. Kemudian untuk RS, kita koordinasi dan sinergi dengan milik Polri, TNI, dan swasta”, ujar Hendrar.
Hendrar membeberkan, penularan covid-19 di Semarang masih banyak terjadi di klaster keluarga lantaran salah satu anggota keluarga tertular di tempat bekerja dan tidak merasakan gejala sehingga beraktivitas di rumah dengan biasa saja.
“Kalau Semarang saat ini klaster keluarga paling banyak. Tertular di tempat kerja nggak terasa, terus pulang ke rumah biasa saja, kemudian yang bergejala anggota keluarga yang lain. Ditambah tidak disiplin prokes,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi lonjakan masif, Pemkot Semarang menggencarkan vaksinasi dan memperketat penerapan PPKM mikro dengan membatasi kegiatan usaha sampai pukul 23.00 WIB mulai Senin (7/6/2021). (lna)

Leave a Reply