
JoSS, SEMARANG – Keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit Kota Semarang banyak yang sudah mencapai 100 persen. Untuk itu Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta pasien rujukan dari daerah lain diarahkan ke RS terdekat.
Meski begitu dia menyampaikan masyarakat di Kota Semarang tidak perlu terlalu risau. “Kalau kabar kalau rumah sakit penuh itu iya, tetapi kalau ketersediaan tempat tidur di tempat-tempat karantina tidak,” katanya di Semarang, Selasa (15/6/2021).
Dari total 1.771 tempat tidur di seluruh rumah sakit dan tempat karantina di Kota Semarang, kata dia, tingkat keterisiaannya saat ini sudah mencapai 82 persen. Menurut dia, meski terjadi kenaikan kasus Covid-19 selama dua pekan terakhir ini, angka kesembuhan di Kota Semarang juga cukup tinggi.
“Kalau misalnya tempat karantina di rumah dinas Wali Kota penuh, besoknya pasti berkurang karena ada yang sembuh,” katanya.
Ia juga mengimbau pengelola rumah sakit untuk memindahkan pasien yang kondisinya sudah membaik ke tempat-tempat karantina demi menambah ketersediaan tempat tidur. Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini juga sudah menyiapkan alternatif untuk menambah tempat-tempat karantina.
Ia menjelaskan setidaknya ada tiga lokasi yang disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19, seperti gedung asrama mahasiswa UIN Semarang, gedung milik salah satu gereja di kawasan Marina, serta bangunan sebuah rumah sakit yang sudah berdiri namun belum mengantongi izin operasional. Ia meminta masyarakat meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.
Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Semarang Tembus 1.321 Orang, Hendi Perketat PKM
“Mau varian baru atau varian lama, sama berbahayanya. Penyebarannya cepat. Semua harus lebih disiplin, lebih waspada, lebih ketat dalam protokol kesehatan,” tegas Hendrar Prihadi.
Dia menuturkan menyatakan tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan menurun dan menjadi salah satu penyebab naiknya angka COVID-19 di Ibu Kota Jawa Tengah ini pada dua pekan terakhir.
“Dari survei kedisiplinan protokol kesehatan yang kami lakukan per pekan memang menurun. Banyak hal yang mulai diabaikan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengatasi peningkatan kasus COVID-19 tersebut. Ia menuturkan salah satunya dengan kembali memperketat aturan tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).
Ia menilai perlu dibuat langkah kebijakan yang strategis, namun perekonomian harus tetap berjalan. Ia menjelaskan masyarakat tetap bisa berkegiatan, namun tetap harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membatasi perjalanan lintas orang maupun barang antardaerah agar penyebaran tidak semakin masif. “Kalau tidak perlu, ya, jangan ke daerah zona merah dulu,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data laman https://siagacorona.semarangkota.go.id hingga pukul 17.00 WIB tercatat 1.265 orang terkonfirmasi positif. Sementara jumlah pasien yang meninggal tercatat mencapai 3.261 orang. (lna)

Leave a Reply