
JoSS, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan bahwa persediaan oksigen untuk pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit se-Jateng dalam kondisi aman dan memadai.
“Kami mengantisipasi adanya cerita-cerita soal oksigen, saya tadi sudah panggil industri dan ‘suplier’, akan kami atur agar regulasinya tertata. Hal ini penting agar isu kemarin (pasokan oksigen menipis, red.) tidak ke mana-mana. Sebenarnya soal isu kekurangan oksigen kemarin itu, sudah saya telepon dan saya bereskan, tapi karena mungkin teman-teman panik, jadi sudah disebarkan ke mana-mana,” katanya di Semarang, Senin (21/6/2021)
Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Lia Gardenia Partakusuma mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kekurangan tabung oksigen untuk pasien positif virus corona (Covid-19) di Jawa Tengah.
Adapaun kondisi keterisian Rumah Sakit (RS) pasien Covid-19 di sejumlah wilayah nyaris penuh. Bahkan di sejumlah daerah, tingkat keterisian ada yang mencapai 100 persen.
“Saat ini kami mendapat laporan kekurangan tabung oksigen ini di Jawa Tengah. Mengenai oksigen ini (pernah) terjadi pada Desember-Januari di NTT saat oksigen tidak ada,” kata Lia dalam konferensi pers virtual, Minggu (20/6).
Lia meminta rumah sakit (RS) hingga dinas kesehatan masing-masing kabupaten/kota hingga provinsi mengatur distribusi tabung oksigen agar tak terjadi kekurangan di daerah lain.
Selain itu, kata Lia, distributor penyedia oksigen juga harus segera mengirim stok ke RS di setiap daerah untuk mengantisipasi lonjakan Covid-19. Beberapa daerah juga didorong memproduksi oksigen sendiri jika memungkinkan.
Baca juga: Jateng Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Gubernur Instruksikan 13 Daerah Zona Merah Lockdown
“Kami mendorong distributor segera mengirimkan pada RS, kami juga mendorong agar provinsi bisa membuat upaya sendiri agar oksigen ini bisa dibuat di daerah,” ujarnya, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Minggu (20/6/2021).
Pada rapat penanganan COVID-19 bersama bupati dan wali kota di Jateng yang berlangsung secara daring tersebut, Ganjar menyebut permintaan oksigen di Jateng masih cukup tertangani sebab stok dan suplainya cukup.
“Tapi tadi sudah diantisipasi, kalau memang agak tinggi permintaannya, akan diambilkan dari Jatim dan Jabar. Itu tidak sulit, tinggal ‘transporternya’ saja yang tadi harus dibahas. Jadi saya tadi hanya ingin memastikan itu,” ujarnya, dilansir dari Antara
Ke depan, pihaknya akan memperbaiki regulasi terkait penyediaan oksigen itu agar lebih tertata. “Nanti kami libatkan BUMD, harapannya bisa mengatur. Jadi, setiap rumah sakit nanti bisa lapor dalam satu titik sehingga betul-betul tidak kesulitan. Tadi sudah kami bahas dengan distributor dan sepakat,” katanya.
Ganjar mendapat laporan dari sejumlah rumah sakit yang sempat khawatir terkait dengan pasokan oksigen saat menggelar rapat bersama dan saat itu juga dirinya meminta Penjabat Sementara Sekda Jateng Prasetyo Aribowo untuk menghubungi perusahaan dan penyuplai oksigen di Jateng untuk ikut serta.
Perusahaan oksigen yang kemudian ikut bergabung dalam rapat adalah PT Samator, sedangkan penyuplai oksigen yang diajak rapat adalah dari Langgeng Gas.
Perwakilan PT Samator Julianto mengatakan permintaan oksigen saat ini memang meningkat, bahkan pada periode Januari-Juni 2021 tercatat sudah ada tujuh juta liter oksigen yang dipesan. “Permintaan memang tinggi, tapi kalau nanti kurang, kami akan ambil dari Jabar dan Jatim,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply