DIY Tegaskan Tahun Ajaran Baru Mendatang Tetap Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Ilustrasi (Foto: liputan6.com)

JoSS, JOGJA – Sekretaris Daerah (Sekda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kadarmanta Baskara Aji, menegaskan pada tahun ajaran baru Juli mendatang, semua sekolah di wilayah ini masih akan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal itu dikarenakan masih tingginya angka kasus positif Covid-19 di DIY bahkan cenderung meningkat terus.

“Sementara kita sudah minta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga [Disdikpora] untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kabupaten dan kota sementara tidak ada [pembelajaran] tatap muka dulu, termasuk pada tahun ajaran baru,” katanya, Kamis (17/6/2021), seperti dilansir dari harianjogja.com.

Baskara Aji mengatakan masih akan melihat perkembangan penularan Covid-19 sampai Juli nanti, “Kita lihat nanti tapi kalau kondisi masih seperti ini kita belum akan [pembelajaran] tatap tatap muka baik perkuliahan maupun pembelajaran di sekolah,” ujar Baskara Aji.

Terkait penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB, Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya memastikan tetap digelar secara daring untuk menghindari kerumunan di sekolah maupun di kantor Disdikpora. Saat ini PPDB sedang dalam proses. Pada 21-24 Juni nanti calon siswa mengambil token secara daring, kemudian pada 28-30 Juni melakukan pendaftaran dan pemilihan sekolah. Semuanya dilakukan secara daring.

Pihaknya meminta masyarakat tidak perlu datang ke sekolah atau Disdikpora. Jika ada pertanyaan bisa diajukan melalui laman dikpora.jogjaprov.go.id. “Kita ada konsultasi yang kita bisa jawab [lewat website]. Misal ada kesulitan apa-apa ada. Memang satu dua datang ke sini ya kita layani. Tapi prokes harus kita terapkan mulai dari pintu masuk dicek suhu oleh petugas,” kata Didik.

Baca juga: UGM Mulai Kuliah Tatap Muka Terbatas Pada Agustus 2021

Diketahui, kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia pasca-Lebaran 2021 sangat signifikan. Provinsi DIY disebut masuk dalam daerah yang mengalami lonjakan tajam penularan Covid-19. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan kenaikan kasus positif COVID-19 usai Idul Fitri 2021 lebih tinggi dibanding pada 2020.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Kamis (17/6/2021) menjelaskan provinsi Bali dan Sulawesi Selatan yang tahun lalu masuk ke 5 besar daerah tertinggi, pada tahun ini posisinya digantikan oleh DI Yogyakarta dan Jawa Barat.

Sementara itu, Kasus baru warga yang terpapar Covid-19 di Sleman terus melonjak drastis. Kamis (17/6/2021) dilaporkan Satgas Covid-19 Sleman terjadi penambahan sebanyak 235 kasus.

Sementara sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 mengakui saat ini kamar-kamar yang menangani pasien Covid-19 penuh. Meski begitu, ketersediaan oksigen bagi pasien berstatus kritikal masih dinilai aman.

Direktur RSUD Prambanan Isa Dharmawidjaja mengatakan saat ini semua bed untuk pasien Covid-19 terpakai seluruhnya. Rumah sakit ini memiliki 21 tempat tidur (TT) untuk merawat pasien Covid-19. Jumlah tersebut termasuk dua TT bagi persalinan Covid-19 dan 1 bed kritikal. Jika tidak ada pasien untuk persalinan Covid, maka bed tersebut digunakan untuk pasien non persalinan Covid.

“Untuk TT Full. Jumlahnya 21 bed non critical dengan tekanan negatif. 21 TT itu dari 101 TT kapasitas yang disediakan. Untuk ketersediaan O2 (oksigen) alhamdulillah cukup,” kata Isa, Kamis (17/6/2021). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*