JoSS, PURWOREJO – Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong SMA Negeri 7 Purworejo, Jawa Tengah, yang mulai dibangun pada tahun 1914 menjadi destinasi wisata sejarah.
“Harapan kami SMAN 7 ini menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus menjadi destinasi konservasi yang terus dijaga kelestariannya dan mampu untuk mencetak individu yang berakhlakul karimah dan insan-insan yang cerdas,” kata Sandiaga di Purworejo, Rabu (23/6/2021
Ia menyampaikan hal tersebut usai meresmikan Taman Belajar Anak Bangsa “Widyatama Sasana” di SMAN 7 Purworejo. Sekolah yang dibangun pada pemerintahan Belanda bernama HKS tersebut merupakan sekolah kekek Sandiaga Uno bernama R.H. Abdullah Rachman.
“Eyang saya pernah sekolah di sini pada tahun 1931 selama 3 tahun. Saya tidak terbayangkan bahwa sekolah ini menjadi salah satu tujuan wisata heritage yang berbasis sejarah,” katanya, seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: Tiga Kawasan Bersejarah di Semarang Bakal Diintegrasikan Sebagai Wisata Budaya
Sandiaga menuturkan bahwa HKS merupakan kawasan candradimuka pertama para pegiat pendidikan, guru-guru dari seluruh Nusantara belajar tentang ilmu keguruan dan ilmu pendidikan di HKS ini.
“Di sinilah eyang saya menuntut ilmu dan akhirnya turun-temurun kepada ibu saya yang juga menjadi seorang pendidik,” katanya.
Ia juga berharap SMAN 7 ikut berpartisipasi dalam pengembangan destinasi superprioritas Borobudur, yang kebetulan lahannya otoritanya ada di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Kami ingin siswa/siswanya mulai diarahkan secara digitalisasi masuk ke dalam ekosistem ekonomi kreatif. De Loano Glamping yang lagi dikembangkan harapannya bisa menampung siswa/siswi terbaik dari SMAN 7 Purworejo,” katanya.
Mengutip laman sman7purworejo.sch.id, Sekolah Menengah Atas ( SMA) Negeri 7 Purworejo berlokaso di jalan Ki Mangunsarkoro 1, Purworejo. Sekolah ini ini tidak menempati gedung baru melainkan menempati gedung eks –SPG Negeri Purworejo .
Gedung ini selesai dibangun pada tahun 1915. Bangunan sekolah ini termasuk bangunan kuno yang sarat sejarah sehingga ditetapkan sebagai Cagar Budaya yang harus dilestarikan keberadaannya. Hal ini di sampaikan oleh pakar dari UGM saat kegiatan seminar dalam rangka peringatan Lustrum II tahun 2001 Mengenai konstruksi bangunannya patut diacungi jempol. Mengapa? Karena bangunan gedung tersebut sebelumnya telah dirancang mampu bertahan 150 tahun. (lna)

Leave a Reply