Ngeri! 61 Persen Pemudik Yang di Swab Acak di Sejumlah Titik Penyekatan Positif Covid-19

Ilustrasi (Foto: humas.jatengprov.go.id)

JoSS, JAKARTA – Sebanyak 4.123 pemudik terkonfirmasi positif setelah dilakukan tes secara acak terhadap 6.742 pemudik di sejumlah titik di jalur mudik lebaran. Artinya lebih dari 61 persen pemudik tersebut bakal menularkan virus corona kepada keluarga di kampung jika lolos dari penyekatan.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa tes Covid-19 dilakukan terhadap 6.742 orang pos penyekatan mudik.

“Pengetatan yang dilakukan oleh Polri di 381 lokasi dan Operasi Ketupat kemarin jumlah pemudik random testing dari 6.742, konfirmasi positifnya 4.123 orang,” katanya dalam koneferensi pers dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (10/5/2021).

Dari angka positif tersebut, sambungnya, sebanyak 1.686 orang di antaranya langsung menjalani isolasi mandiri dan 75 orang yang dirawat di rumah sakit. Selain melakukan tes Covid-19 secara acak, petugas di titik-titik check point atau penyekatan juga menindak para pelanggar larangan mudik.  Menko Airlangga menyebut, sekitar 41 ribu kendaraan yang diputarbalikkan dari jalur mudik.

“Operasi kendaraan atau Operasi Ketupat jumlah diperiksa kendaraan 113.694, yang diputarbalikkan 41.097, dan pelanggaran travel gelap adalah 346 kendaraan,” katanya. Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa bagi para pelaku perjalanan antarwilayah tidak  memerlukan surat izin perjalanan. Adapun, larangan mudik berlaku selama masa libur Idulfitri yakni pada 6-17 Mei 2021.

Terkait hal itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah antisipasi terukur menyikapi sejumlah potensi ancaman lonjakan kasus positif COVID-19 pasca-Lebaran 2021.

Baca juga: Berlabuh di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, 13 ABK Positif Covid-19 Usai Bertolak Dari India

“Temuan ribuan pemudik positif COVID-19 saat dilakukan tes acak di sejumlah lokasi penyekatan mudik harus disikapi dengan langkah antisipasi yang segera dan terukur,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Selasa (11/5).

Menurut Lestari, indikasi peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 juga terlihat dari laporan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) yang mencatat kenaikan bed occupancy ratio (keterisian bed perawatan – BOR) 30-35 persen di sejumlah rumah sakit di Tanah Air dalam sebulan terakhir.

Langkah antisipasi, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, juga harus dilakukan segera menyikapi ledakan kasus positif COVID-19 di negara tetangga Malaysia, serta ditetapkannya Bandara Changi, Singapura sebagai klaster baru penyebaran COVID-19.

Upaya pencegahan lewat kebijakan keimigrasian, ujar Rerie, bisa diupayakan untuk mencegah penyebaran virus korona dari negara tetangga itu.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, juga berharap sejumlah daerah bersiap untuk mengantisipasi ledakan jumlah kasus positif COVID-19, setelah terdeteksinya 4.123 orang positif korona di antara 6.742 pemudik.

Para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, ujar Rerie, diharapkan mampu saling mendukung dalam melakukan testing, tracing dan treatments (3-T), untuk menekan potensi penyebaran COVID-19 lebih luas lagi.

Rerie menegaskan, bila melihat potensi ancaman ledakan kasus positif COVID-19 datang dari dalam dan luar negeri, upaya antisipasi yang menyeluruh harus segera dilakukan.

Peningkatan pelaksanaan 3-T, kesiapan sistem pelayanan kesehatan, termasuk kesiapan para tenaga kesehatan, ujarnya, harus benar-benar dilakukan dengan baik untuk menekan potensi penyebaran kasus positif COVID-19 di tanah air. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*