JoSS, NEW DELHI – Pemerintah India mengerahkan angkatan bersenjatanya untuk turun tangan membantu mengatasi badai Covid-19 yang menghancurkan negara itu. Pihak militer pun merespon positif permintaan itu.
“Oksigen akan dilepaskan dari cadangan milik angkatan bersenjata dan pensiunan personel medis akan bergabung dengan fasilitas kesehatan yang bermasalah,” kata Kepala Staf Pertahanan India Jenderal Bipin Rawat dikutip dari Reuters, Selasa (27/4/2021).
Sementara itu, Perdana Menteri Narendra Modi mendesak semua warga untuk segera menerima vaksinasi dan berhati-hati di tengah badai infeksi virus corona ini.
Gelombang kedua penyebaran Covid-19 di India tak kunjung mereda. Sejak 21 April, setiap hari kasus positif bertambah lebih dari 300 ribu.
Di beberapa kota terparah di India, jenazah Covid-19 dikremasi secara massal di fasilitas darurat di taman dan tempat parkir. Sedangkan pasien yang sakit kritis terpaksa di tempatkan di luar ruangan lantaran kondisi rumah sakit yang penuh sesak.
India telah menambah tempat tidur rumah sakit dengan mengubah hotel, gerbong kereta api dan ashram menjadi fasilitas perawatan kritis, tetapi para ahli memperingatkan krisis berikutnya akan menjadi kekurangan dokter dan perawat.
“Sayangnya tempat tidur tidak dapat merawat pasien. Dokter, perawat, dan paramedis yang bisa merawat,” kata Dr Devi Shetty, seorang ahli bedah jantung dan ketua rantai rumah sakit Narayana Health, seperti dilansir dari Tempo.co.
Asosiasi Medis India mengatakan rumah sakit swasta di kota barat Surat di negara bagian Gujarat harus ditutup jika mereka tidak segera mendapatkan pasokan oksigen.
Baca juga: India Bakal Hukum Gantung Bagi Oknum Penyabotase Oksigen Untuk Pasien Covid-19
Pejabat di New Delhi, India, diinstruksikan untuk menebang pohon di taman kota untuk membantu proses kremasi korban Covid-19, seiring peningkatan kematian yang meroket di seluruh negeri. Kayu bakar digunakan di India untuk mengkremasi jenazah sebagai bagian dari upacara pemakaman.
Tetapi karena semakin banyak orang yang terus meninggal karena Covid-19, lebih banyak kayu dibutuhkan untuk bahan bakar pembakaran, menurut Associated Press.
Jumlah kasus infeksi Covid-19 melonjak di negara Asia Selatan itu, laju pertumbuhannya menjadi yang tercepat di dunia Pada Minggu (25/4/2021) negara itu mencatat lebih dari 350.000 kasus Covid-19 baru. Angka tersebut memecahkan rekor dunia untuk kasus Covid-19 harian untuk hari kelima dalam satu hari berturut-turut.
Newsweek melaporkan pada Senin (26/4/2021), kekurangan oksigen dan melonjaknya tingkat Covid-19 melanda rumah sakit di India, dengan lebih dari 117 orang di negara itu meninggal setiap jam. Sementara jumlah total infeksi mencapai lebih dari 17,3 juta.
Para dokter yang putus asa meminta tabung oksigen untuk pasien mereka yang sekarat di media sosial. “Saya merasa tidak berdaya karena pasien saya bertahan hidup dari jam ke jam,” kata Dr Gautam Singh kepada Associated Press.
“Saya akan memohon lagi dan berharap seseorang mengirimkan oksigen yang akan membuat pasien saya tetap hidup,” katanya dilansir dari Kompas.com.
India, yang awalnya dipandang sebagai panutan bagi negara-negara berkembang dalam menahan virus, runtuh di bawah pengaruh wabah terbaru. Unit perawatan intensif memiliki kapasitas penuh dan rumah sakit telah memaksimalkan ventilator mereka.
Sementara krematorium negara yang kewalahan membakar mayat di udara terbuka. “Tsunami” Covid-19 India ini terjadi hanya beberapa bulan setelah pernyataan Perdana Menteri Narendra Modi menyatakan negaranya telah mengatasi virus di Forum Ekonomi Dunia. (lna)

Leave a Reply