JoSS, BATANG – Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Galih Saksono menjelaskan pabrik kaca yang akan dibangun di Batang ini adalah milik investor Korea Selatan, KCC Glass Corporation.
Dia menambahkan pembangunan pabrik yang akan enelan dana sebesar Rp5 triliun ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Jadwal pelaksanaan pembangunan dimulai Mei 2021, akan selesai 2023 dan mulai beroperasi 2024.
“Rencana ‘ground breaking'(peletakan batu) pabriknya itu pada Mei 2021. Kita juga sudah ‘ready’ (siap) menunjukkan lokasinya,” kata Galih Saksono usai mendampingi kunjungan Presiden Jokowi di KITB, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, belum lama ini.
Selain KCC, sejumlah perusahaan yang akan membangun di KIT Batang yaitu LG Chem Ltd dan Wavin B.V atau produsen pipa plastik asal Belanda.
“Saat ini, LG Chem dan Wavin B.V sedang dalam proses. Semoga dalam tahun ini ada dua sampai tiga perusahaan yang melakukan ground breaking, di antaranya KCC pada Mei 2021,” katanya.
Ia mengatakan KCC Glass akan menempati lahan seluas 47 hektare yang proses pembangunannya akan dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pertama seluas 28 hektare dengan nilai investasi Rp5 triliun.
“KCC (Produsen kaca terbesar se-Asia Tenggara ini) diperkirakan menyerap tenaga kerja 1.500 orang,” katanya.
Galih mengatakan perusahaan yang bergerak di bisnis kaca ini akan membangun dalam dua tahun terakhir ini. “Jadi, KCC punya jadwal (beroperasi) 2024 sehingga semuanya harus rapi pada 2023,” kata Galih Saksono.
Baca juga: 3 Perusahaan Raksasa Mulai Berinvestasi di Grand Batang City KIT Batang
Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo memastikan industri kaca terbesar di Asia Tenggara akan dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Presiden di sela kunjungan kerja ke kawasan industri seluas 4.300 hektare tersebut, Rabu (21/4/2021). Jokowi mengatakan, peletakan batu pertama industri kaca ini akan dilakukan pada Mei 2021.
“Nanti di bulan Mei akan ada ground breaking, peletakan batu pertama untuk industri kaca. Kemungkinan industri kaca terbesar di Asia Tenggara,” katanya melalui saluran Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (21/4/2021).
Selain itu, sejumlah industri juga akan masuk ke kawasan itu seperti prekursor dan katida. Jokowi memastikan dua industri itu mulai dibangun sekitar Juni – Juli 2021. Pemerintah menyiapkan lahan sekitar 4.300 hektare kawasan industri Batang. Dari total tersebut, 450 hektare lahan telah selesai dan akan digunakan untuk industri berbasis teknologi.
“Sekarang telah disiapkan dan hampir selesai ini 450 hektare yang akan dipakai untuk investasi-investasi terutama yang berkaitan dengan teknologi,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden memerintahkan jajaran manajemen direksi PTPN serta manajemen Grand Batang City segera menyelesaikan pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang agar dapat menciptakan lapangan kerja seluas mungkin.
“Kita harapkan ini akan menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya, memberikan peluang pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya,” ujar Presiden. (lna)

Leave a Reply