JoSS, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengajak Jerman untuk membangun kawasan industri khusus Jerman atau German Industrial Quarter di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Penawaran ini diucapkan langsung kepada Kanselir Jerman Angela Merkel secara virtual pada Selasa (13/4) sore.
“Saya menawarkan kepada Jerman untuk mengembangkan kawasan industri khusus Jerman (German Industrial Quarter) di kawasan Industri Terpadu Batang,” ungkap Jokowi dalam keterangan resmi, Rabu (14/4).
Tawaran ini, sambung Jokowi, berkaitan dengan peningkatan investasi industri Jerman untuk membangun basis produksi dan rantai pasok global Jerman. Kemudian, kepala negara juga menawarkan kerja sama pengembangan sumber daya manusia melalui sekolah vokasi kepada Jerman.
“Indonesia baru saja mengeluarkan Undang-Undang Cipta Kerja yang akan dapat mendukung kerja sama di bidang investasi,” terang Jokowi.
Menurutnya, investor Jerman dapat memanfaatkan berbagai kemudahan tersebut dalam suatu bentuk kerja sama.
Saat ini, pemerintah tengah membangun KIT Batang yang dirancang untuk menampung investor asing yang ingin merelokasi pabriknya. Pemerintah juga telah memberi suntikan modal hingga Rp977 miliar untuk membangun KIT Batang tersebut.
Tak hanya itu, pemerintah juga menjanjikan berbagai fasilitas untuk menarik investor menanamkan modalnya ke kawasan tersebut, termasuk dari sisi fiskal.
Baca juga: Hannover Messe 2021: Presiden Jokowi Ajak Jerman Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia
Jokowi menilai Merkel telah melihat potensi yang dimiliki Indonesia untuk menjadi mitra penting Jerman. Dia pun merespons kehadiran investasi tersebut akan memegang peranan penting dalam pemulihan ekonomi.
Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas oleh Pemerintah yang bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia.
KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektar. Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi 3 (tiga) klaster, yaitu Klaster I seluas 3.100 hektare, Klaster II seluas 800 hektare, dan Klaster III seluas 400 hektare.
KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru di mana dengan dibukanya kawasan tersebut diharapkan dapat mendatangkan para investor asing untuk berinvetasi di Indonesia.
Adapun perkembangan pembangunan KIT Batang saat ini terus dikebut. Corporate Secretary PT Pembangunan Perumahan (PT PP) Persero Tbk, Yuyus Juarsa mengatakan, pihaknya sedang melakukan percepatan pembangunan KIT Batang.
Dikatakan dia, progress pekerjaan lapangan KIT Batang untuk Klaster 1 Fase 1 seluas 450 hektare pada Zona 1 dan Zona 2 telah mencapai 99% dan 98%. Sedangkan untuk Zona 3 akan diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
Pihaknya, sedang mengebut progres pembangunan KIT Batang Fase I dimana pembangunan tersebut ditargetkan dapat selesai pada tahun 2021.
Dalam pembangunan ini, PT PP dipercaya untuk mengerjakan Paket I.1.B Pembangunan Jalan KIT Batang dengan lingkup pekerjaan, yaitu pembangunan Jalan Baru sepanjang 3,6 kilometer dan 1 Jembatan sepanjang 84 meter.
Proyek pembangunan jalan tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender. Adapun proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp 183 miliar tersebut dibiayai oleh APBN Tahun Anggaran 2020-2021.
“Dengan progress yang sudah berjalan sampai dengan saat ini, PT PP optimis dapat menyelesaikan pekerjaan lapangan tersebut tepat waktu sehingga para investor dapat segera masuk untuk memulai pembangunan pabrik mereka,” ujar Yuyus dalam keterangannya, belum lama ini. (lna)

Leave a Reply