JoSS, PRANCIS – Sejumlah negara di Eropa kembali melanjutkan penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, setelah badan obat-obatan Inggris dan Uni Eropa menyimpulkan vaksin tersebut aman.
Sengawas obat-obatan UE, European Medicines Agency (EMA), mengatakan pada Kamis bahwa mereka masih yakin manfaat vaksin Covid-19 dari AstraZeneca lebih besar daripada risikonya, setelah penyelidikan terhadap kasus pembekuan darah usai disuntik AstraZeneca, yang kemudian mendorong belasan negara menangguhkan penggunaannya.
Sebagian besar negara mengatakan mereka menunggu lampu hijau EMA sebelum melanjutkan peluncuran, tetapi muncul kekhawatiran tentang dampak penangguhan vaksin di seluruh benua Eropa. Sementara jerman, Prancis, Belanda dan sejumlah negara lain memilih melanjutkan vaksinasi.
Kesimpulan dari European Medicines Agency (EMA) setelah penyelidikan terhadap 30 kasus kelainan darah yang tidak biasa adalah manfaat vaksin dalam melindungi orang dari kematian atau rawat inap terkait virus corona lebih besar daripada kemungkinan risikonya, meskipun dikatakan ada kaitan antara pembekuan darah di otak dan suntikan vaksin tidak bisa dikesampingkan secara definitif.
“Ini adalah vaksin yang aman dan efektif,” kata direktur EMA Emer Cooke mengatakan dalam sebuah pengarahan, dikutip dari Reuters, 19 Maret 2021.
“Jika saya masuk daftar penerima AstraZeneca, saya siap divaksinasi besok,” ujar Cooke.
“AstraZeneca menunjukkan bahwa setidaknya memiliki 60% tingkat kemanjuran dalam uji klinis dan pencegahan penyakit virus corona, dan sebenarnya bukti dunia nyata menunjukkan bahwa keefektifan bisa lebih tinggi dari itu.”
Baca juga: Dapat Izin Darurat Dari BPOM, Vaksin AstraZeneca Diperuntukkan Bagi Lansia dan Pelayan Publik
Beberapa jam setelah pernyataan EMA, Jerman mengatakan akan melanjutkan pemberian vaksin AstraZeneca mulai Jumat pagi. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan menangguhkan vaksin karena kehati-hatian adalah tindakan yang tepat “sampai pengelompokan jenis trombosis yang sangat langka ini diperiksa.”
Prancis juga mengatakan akan melanjutkan penggunaan vaksin, dengan Perdana Menteri Jean Castex mengatakan dia akan menerima suntikan AstraZeneca pada Jumat sore.
Perdana Menteri Italia Mario Draghi mengatakan Italia akan melakukan hal yang sama, dan prioritas pemerintahnya tetap, yakni untuk memvaksinasi sebanyak mungkin orang dengan waktu secepat mungkin.
Spanyol mengatakan sedang mengevaluasi kemungkinan dimulainya kembali, sementara Siprus, Latvia dan Lithuania mengatakan mereka akan memulai kembali pemberian vaksin AstraZeneca. Belanda juga akan melanjutkan vaksinasi dengan AstraZeneca, seperti dilansir dari CNN.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah merekomendasi untuk melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Rekomendasi ini dikeluarkan setelah penghentian penggunaan vaksin itu di beberapa negara Uni Eropa karena adanya laporan gangguan pembekuan darah yang jarang terjadi pada orang yang telah menerima vaksin.
Negara lain di UE, setelah mempertimbangkan informasi yang sama, telah memutuskan untuk terus menggunakan vaksin dalam program imunisasi mereka.
“Saat ini, WHO menganggap bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risikonya dan merekomendasikan agar vaksinasi dilanjutkan,” tulis dalam situs resmi WHO yang dilihat pada Kamis (18/3/2021).
WHO secara teratur menghubungi Badan Obat Eropa dan regulator di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang keamanan vaksin Covid-19. Subkomite Covid-19 WHO dari Komite Penasihat Global untuk Keamanan Vaksin sedang menilai dengan cermat data keamanan terbaru yang tersedia untuk vaksin AstraZeneca. “Setelah peninjauan tersebut selesai, WHO akan segera mengkomunikasikan temuan tersebut kepada publik,” tulis WHO. (lna)

Leave a Reply