Pemkab Siapkan Lahan Seluas 20 Hektare di KIT Batang Untuk Ruang UMKM

Bupati Batang Wihaji (Foto : Batangkab.go.id)

JoSS, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyiapkan lahan seluas 20 hektare di Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang untuk ruang usaha bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah.

Bupati Batang Wihaji di Batan, mengatakan bahwa pemkab sudah menyampaikan kepada konsorsium untuk memberikan ruang bagi para pelaku UMKM di daerah setempat.

“Kami sudah siapkan 20 hektare bagi UMKM untuk mendukung kebutuhan industri karena tidak semunya menggunakan ‘high tech’ tetapi ada beberapa kebutuhan yang sifatnya dolly sehingga masyarakat tidak ditinggal dan ikut terlibat,” katanya, Selasa (16/2/2021) seperti dilansir dari Antara.

Wihaji mengatakan sesuai perintah Presiden Joko Widodo, semua kawasan industri wajib melibatkan warga lokal dan memberikan ruang bagi UMKM.

“Melibatkan UMKM lokal dalam investasi maka ada sinergi dalam menyuplai untuk menunjang kebutuhan industri, seperti makanan dan minuman, dan pakaian,” katanya.

Menurut dia, investasi tidak hanya membantu dalam menciptakan lapangan kerja tetapi juga harus ada suplai kebutuhan industri dari UMKM sehingga nanti ada pergerakan, pertumbuhan, dan pertahanan ekonomi masyarakat lokal dari dampak industri.

Baca juga: 3 Perusahaan Raksasa Mulai Berinvestasi di Grand Batang City KIT Batang

Saat ini, kata dia, sudah ada 3 perusahaan besar dari luar negeri yang positif berinvestasi, yakni LG, KCC Glass, dan Wavin yang nilai investasinya mencapai ratusan triliun rupiah

“Karena itu, dalam 5 tahun ke depan kebutuhan tenaga kerjanya bisa mencapai 150.000 orang. Itu data yang dilaporkan Direktur utama PT KIT Batang,” katanya.

Sebelumnya,  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa sudah ada 3 perusahaan besar yang mengisi “Grand Batang City” Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, yaitu LG, KCC Glass, dan Wavin.

“Khusus untuk LG yang akan berinvestasi sebesar Rp142 triliun bergerak pada industri baterai yang akan paralel dengan investasi smelter nikel di Maluku Utara,” katanya di Batang, Minggu (14/2/2021).

LG akan berinvestasi dalam bentuk konsorsium, di antaranya bersama dengan Indonesian Battery Holding yang merupakan gabungan dari MIND.ID, Pertamina, PLN, dan Antam.

Ia mendorong Grand Batang City segera menyelesaikan proses pembangunan infrastruktur terkait 450 hektare lahan di fase pertama yang ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021.

Hal itu, kata dia, agar pada Juni 2021 hingga Juli 2021 sudah tidak ada isu lagi terkait “cut and fill” dan pematangan lahan seluas 450 hektare dari total 4.300 hektare lahan yang direncanakan.

“Sesuai dengan rencana pada 2020 sampai hari ini, kami dari BKPM melihat persiapan ‘on progress’ sesuai dengan perencanaan awal. “(Karena itu) per 2021 Grand Batang City sudah siap untuk menerima tenant yang akan masuk berinvestasi,” katanya.  (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*