Kritik Pemerintah Berbuntut Panjang, Jack Ma Didepak Dari Daftar Pengusaha di China

Jack Ma selama streaming langsung di acara virtual untuk mengenali pendidik pedesaan pada 20 Januari (Foto: wsj.com)

JoSS, BEIJING – Pidato Jack Ma pada 24 Oktober 2020 yang mengecam sistem peraturan China berbuntut panjang. Tak hanya penangguhan IPO Grup Ant senilai US$37miliar beberapa hari sebelum perusahaan raksasa fintech itu melantai di bursa saham, kini pendiri Alibaba Group itu terdepak dari  daftar pengusaha di Negara itu.

Kabar tersebut dirilis oleh media pemerintah, Shanghai Securities News. Hal ini makin menegaskan bahwa Jack Ma tidak disukai oleh pemerintah negeri tersebut. Sebaliknya, Ren Zhengfei dari Huawei Technologies, Lei Jun dari Xiaomi Corp, dan Wang Chuanfu dari BYD dipuji atas kontribusinya.

Dikutip Chanel News Asia, laporan tersebut diterbitkan hari ini (2/2) berbarengan dengan rencana Alibaba merilis pendapatan kuartalan terbaru. Raksasa e-commerce itu tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Dalam laporannya, Shanghai Securities News mengatakan bahwa beberapa pengusaha yang dipuji pernah berperilaku seperti “pahlawan sembrono” dalam upaya mereka untuk melepaskan diri dari sistem ekonomi yang lama dan kaku.

Namun, mereka kini memimpin sekelompok perusahaan yang menghormati aturan pembangunan dan mematuhi aturan pasar.

Tersingkirnya Jack Ma sendiri tak lepas dari pidatonya pada 24 Oktober di mana ia mengecam sistem peraturan China. Sejak saat itu, regulator meluncurkan penyelidikan anti-trust ke sektor teknologi di mana Alibaba akhirnya mengalami banyak tekanan. Di sisi lain, pemerintah juga mempertimbangkan regulasi yang lebih ketat untuk Ant Group.

Baca juga: Buah Naga Kena Imbas Perseteruan India-China, Kok Bisa?

Jack Ma kemudian menghilang dari publik selama sekitar tiga bulan dan memicu spekulasi tentang keberadaannya. Belakangan ia muncul kembali dengan penampilan video 50 detik pada Januari lalu.

Saham Alibaba Group melonjak menyusul kemunculan konglomerat Jack Ma setelah dikabarkan menghilang pada 2 minggu lalu. Pada perdagangan Rabu (20/1) siang, saham Alibaba Group Holding Ltd (HK:9988) meroket 9,17 persen atau 22,4 poin menjadi HK$266,6 per saham.

Saham Alibaba Group sempat lesu setelah pemerintahan Xi Jinping membatalkan rencana Ant Group melantai di bursa Hong Kong pada November lalu. Terendah, saham sempat menyentuh level HK$104 pada perdagangan 28 Desember 2020.

Itu merupakan imbas perintah pemerintah China kepada Ant Group untuk merombak bisnisnya dan kembali menjadi penyedia layanan pembayaran. Instruksi merupakan tekanan susulan yang mereka lakukan terhadap kerajaan Jack Ma yang kala itu mulai sulit dikendalikan.

Instruksi dikeluarkan tak lama setelah otoritas membatalkan rencana IPO Ant Group. Perlakuan yang diberikan sekarang ini bertolak belakang dengan sikap pemerintah yang sebelumnya menjadikan anak usaha Alibaba sebagai ‘anak kesayangan’ pemerintah. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*