JoSS, SOLO – Gibran Rakabuming Raka selama ini mendapatkan pengawalan dari Paspampres karena statusnya sebagai anak Pesiden Joko Widodo. Akhir pekan ini, Gibran bakal dilantik menjadi Wali Kota Solo hasil Pilkada Serentak 2020 lalu. Sebagai orang nomor satu di Kota Solo, kakak sulung Kaesang Pangarep ini akan didampingi oleh seorang ajudan.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Solo, Ahyani, mengatakan nantinya Gibran akan didampingi ajudan dari Pemkot Solo. Namun demikian, Paspampres akan tetap melekat dengan Gibran.
“Ajudan dari pemkot. Dari Paspampres kan nggak akan bisa lepas. Nggak tahu nanti pengamanan tertutup atau seperti apa,” kata Ahyani, belum lama ini dilansir dari detik.com.
Sedangkan terkait protokoler wali kota, menurutnya akan ada penyesuaian. Ahyani menilai hal tersebut dapat dilakukan secara fleksibel menyesuaikan kebutuhan.
“Mungkin kalau jam kerja pemkot akan pakai protokoler pemkot, selepas itu pakai RI1. Tapi tentunya nanti tergantung wali kota. Menurut saya luwes saja, disesuaikan saja,” ujar dia.
Adapun pelantikan nantinya akan dilakukan secara virtual pada Jumat (26/2/2021). Pelantikan yang sedianya digelar di Balai Tawangarum, kompleks Balai Kota Solo akhirnya dipindahkan di Gedung DPRD Solo.
Acara serah terima jabatan yang sedianya dijadwalkan pada Senin (1/3) pun berubah. Kedua acara tersebut akan dilangsungkan dalam satu waktu pada hari Jumat (26/2) di Gedung DPRD Solo.
Baca juga: Apa Salahnya Politik Dinasti
“Jadi hari Jumat itu pelantikan oleh Gubernur Jawa Tengah secara virtual, dilanjutkan serah terima jabatan sekaligus pidato pertama Wali Kota Solo,” kata Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Solo, Wahyu Kristina, di Balai Kota Solo, Selasa (23/2/2021).
Ina, sapaannya, menyebut ada empat agenda yang digabung dalam satu acara. Pertama ialah pelantikan virtual bersama sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah, kemudian serah terima jabatan, lalu rapat paripurna DPRD Solo, sekaligus mendengarkan pidato pertama Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.
“Berkaitan dengan efektivitas, akhirnya kita padatkan menjadi satu hari,” ujarnya.
Tamu undangan hanya dibatasi 25 orang, di antaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, KPU, Bawaslu, mantan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo.
“25 orang itu sudah termasuk wali kota dan wakil wali kota beserta istri. Jadi memang sangat terbatas demi pelaksanaan protokol kesehatan,” ujar Ina.
Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Solo, Ahyani, menyampaikan pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan sebelum pelaksanaan hari Jumat. Protokoler juga akan melaksanakan gladi bersih sebelum pelantikan.
“Sesuai petunjuk gubernur, kita diminta melakukan gladi bersih. Baju Mas Gibran sudah siap, peralatan juga siap,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply