[widget id="text-5"]

Klaster Covid-19 di Pemkot Surakarta Capai 3.033 Kasus

Kolase, ilustrasi swab test- ilustrasi Balaikota Surakarta | Foto: beritasatu.com/jatengprov.go.id

JoSS, SOLO – Klaster kantor di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta secara kumulatif saat ini mencapai mencapai 3.033. Sebelumnya Kabag Organisasi terpapar Covid-19, kemudian dilakukan tracing lagi dan saat ini seluruh pegawai yang positif virus corona bekerja dari rumah (WFH)

Berdasarkan data dari Pemkot Surakarta, Selasa (8/12/2020), ada penambahan jumlah kasus sebanyak 42 terkonfirmasi COVID-19. Dari jumlah 3.033 tersebut, 1.710 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Selanjutnya, pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit sebanyak 202 orang dan yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 981 orang. Untuk jumlah meninggal dunia  sebanyak 140 orang.

Terkait klaster perkantoran tersebut, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo membenarkan. Bahkan, ada beberapa pejabat yang terkonfirmasi COVID-19, di antaranya Kepala Bagian Hukum dan Kepala Bagian Organisasi Setda Surakarta.

Baca juga: Kasus Corona di Jateng Melonjak, Penambahan Kapasitas Rumah Sakit Disiapkan

“Sebelumnya kan Kabag Organisasi (yang terpapar), kemudian di-tracing lagi dan saat ini seluruhnya (pegawai Pemkot Surakarta yang terpapar COVID-19) bekerja dari rumah (WFH),” katanya, seperti dilansir dari Antara.

Ia mengaku dirinya juga masuk dalam penelusuran kontak dari kasus COVID-19 di klaster perkantoran tersebut. Meski demikian, untuk tes usap yang diikutinya menunjukkan hasil negatif. “Sekda juga negatif, kemarin kan kami sempat di-tracing,” katanya

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota Surakarta sekaligus Ketua Satuang Tugas Penanganan COVID-19 setempat Ahyani mengatakan sejauh ini kondisi tersebut tidak mempengaruhi operasional di Pemerintah Kota Surakarta.

“Ya sedikit mengganggu aktivitas kantor karena pasti pekerjaannya jadi lebih repot, tetapi tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Mengenai penularan, dikatakannya, kemungkinan berasal dari staf yang sebelumnya melakukan perjalanan dari luar kota. Selanjutnya, staf tersebut menulari rekan yang lain. “Tetapi ya memang sekitar 50 persen pegawai kan dari luar kota, masih ada yang dari kerumunan-kerumunan,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]