
JoSS, SEMARANG – Terminal Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, meraih juara 1 dalam lomba Terminal Sehat Tipe C tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan. Sebelumnya, Terminal Tirtonadi Solo menangkan terminal sehat terbaik kategori Terminal Tipe A.
Pjs Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto dalam siaran pers di Semarang, Senin, menerima penghargaan yang digelar secara daring. Terminal Gunungpati menyisihkan dua kandidat lain dalam seleksi tiga besar nominator pemenang lomba, yakni Terminal Madyopuro, Kota Malang dan terminal Condong Catur, Kabupaten Sleman.
“Gelar juara ini, diharapkan bisa jadi pemacu seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan pelayanan, khususnya yang sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19,” katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (24/11).
Selain itu, kata dia, inovasi dan pelayanan di Terminal Gunungpati ini diharapkan juga akan diterapkan di terminal-terminal lain di Ibu Kota Jawa Tengah ini.
Adapun sejumlah aspek yang menjadi nilai penting dalam penilaian di Terminal Gunungpati, menurut dia, antara lain pelaksanaan protokol kesehatan yang dijalankan oleh petugas, calon penumpang, hingga awak bus.
Terminal ini, kata dia, jiga dilengkapi dengan ruang khusus merokok serta ruang laktasi, sistem pembayaran non-tunai, pengujian emisi secara rutin, serta kerka bakti yang dilalukan oleh para petugas.
Baca juga: Terminal Tirtonadi Jadi Terminal Tersehat di Indonesia
Sebelumnya, Teminal Tipe A (TTA) Tirtonadi Solo dinobatkan sebagai menjadi terminal tersehat di Indonesia, versi Kementerian Kesehatan. Predikat itu diperoleh saat terminal kebanggaan masyarakat Solo itu berhasil menjadi juara satu dalam lomba Terminal Sehat, dari kementerian tersebut. Pengumuman pemenang tersebut dilaksanakan secara daring pada Selasa (17/11/2020).
“Alhamdulillah kita berhasil mendapatkan penghargaan sebagai juara pertama Terminal Sehat yang dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan,” papar Koordinator Terminal Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, belum lama ini.
Penilaian dan verifikasi lapangan dilaksanakan oleh tim penilai, yang berjumlah 3 orang dari Kementerian Kesehatan. Salah satu poin yang menjadi tinjauan utama adalah pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (new normal) yang kini menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan di tempat publik.
“Kalau tahun lalu kan belum ada New Normal, nah tahun ini ada dan masuk menjadi salah satu kategori penilaian,” imbuhnya, dilansir dari joglosemar.com.
Joko mengatakan, sejak awal pandemi covid-19, pihaknya telah mengikuti arahan-arahan yang diberikan baik oleh pemerintah pusat, melalui Kementerian Kesehatan, maupun oleh Pemkot melalui Dinas Kesehatan. Karenanya, dirinya tak pernah kendor dalam melaksanakan protokol kesehatan yang ada.
“Protokol kesehatan jalan terus. Cuci tangan, pakai masker, pakai sarung tangan bagi petugas, dan lainnya. Sosialisasi juga kita laksanakan dengan menggunakan poster dan banner. Selain itu kita umumkan selalu melalui pengeras suara yang ada di Tirtonadi,” paparnya. (lna)

Leave a Reply