
JoSS, SOLO – Pemerintah terapkan sistem beli layanan atau buy the service transportasi di Solo. Setelah bus Batik Solo Trans atau BST yang bebas biaya sejak Juli lalu, kini giliran angkutan pengumpan alias feeder yang juga gratis per 1 November.
Terdapat enam rute layanan yang dirombak dari delapan rute operasional sebelumnya. Keenam rute tersebut adalah Koridor 7 RSUD Ngipang-Pasar Klewer PP, Koridor 8 Tipes (Lotte Mart)-Taman Jayawijaya (Mojosongo) PP. Kemudian Koridor 9 Sub Terminal Semanggi-Mojosongo PP.
Koridor 10 angkutan feeder bus BST Solo melintasi Pasar Klewer-Terminal Palur PP. Koridor 11 Pasar Klewer-Terminal Tirtonadi dan Koridor 12 Pasar Klewer-Gentan (Sukoharjo).
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Solo, Taufiq Muhammad, mengatakan peluncuran rute baru sekaligus sosialisasi penerapan buy the service telah dilakukan.
Selain perombakan rute, juga ada perubahan jam operasional menjadi lebih panjang menyesuaikan BST. “Jam operasional yang sinkron akan membuat layanan tranportasi publik Solo lebih terintegrasi. Baik dari segi pembayaran maupun rute dan jam operasionalnya,” katanya, seperti dilansir Solopos.com.
Jam operasional angkutan feeder atau pengumpan bus BST Solo yang sebelumnya berlaku mulai pukul 05.00 WIB-17.00 WIB kini bergeser hingga pukul 21.00 WIB.
Penetapan jam operasional menyesuaikan jam aktivitas masyarakat atau jam kerja karyawan pada pusat perbelanjaan maupun perkantoran. Sehingga, masyarakat bisa lebih memanfaatkan layanan tersebut.
Perombakan rute menjadi lebih padat juga bertujuan sama. “Keberadaan angkutan pengumpan dan BST akan saling mendukung. Angkutan bisa menjangkau penumpang hingga jalan-jalan kampung yang selanjutnya lanjut ke BST sebagai angkutan utama lewat jalan-jalan protokol,” kata Taufiq.
Baca juga: Persiapan Piala Dunia U-21, PKL di Stadion Manahan Direlokasi
Pemberlakuan bebas biaya untuk angkutan feeder bakal berlangsung hingga akhir tahun, seperti bus BST Solo koridor 3 dan koridor 4.
Kepala UPT Transportasi Dishub Solo, Yulianto Nugroho, menambahkan dengan penerapan sistem buy the service, seluruh pengemudi terikat standard operating procedure (SOP).
Mereka wajib mematuhi standar pelayanan yang berlaku lantaran sudah mendapatkan gaji dari pemerintah. Para sopir itu tak boleh mengebut atau ngetem lama panjang hingga merugikan penumpang. Nilai per kilometernya dihargai Rp4.000/kilometer.
Yuli mengatakan berdasarkan penghitungan, head way atau jarak antarkendaraan angkutan feeder bus BST Solo 10 menit-15 menit. Rata-rata kecepatan 20-25 km/jam.
“Armada sudah terintegrasi dengan aplikasi Teman Bus sehingga masyarakat bisa mengecek langsung posisinya secara real time. Selama pandemi, kapasitas kami batasi 50%-70%, kira-kira 6-7 orang. Kapasitas normalnya maksimal 12 orang,” jelasnya.
Mengingat jam operasional yang lebih panjang daripada sebelumnya, setiap unit angkutan bakal menggunakan dua pengemudi dengan sistem sif delapan jam kerja.
Pengemudi tak boleh lagi membawa pulang unit angkutan feeder bus BST Solo. Angkutan harus masuk pool setiap hari. Hal itu terkait perawatan baik mesin, suku cadang, hingga kebersihan unit armada.
“Kami menggandeng pengawas eksternal. Oleh sebab itu segala potensi pelanggaran maupun kelalaian dalam operasionalnya dapat tercatat dengan baik. Perawatan mesin dan lainnya hingga kebersihan tanggung jawab manajemen. Sementara sopir wajib memenuhi SOP. Apabila terjadi pelanggaran tentu ada sanksi yang sudah kami siapkan,” tegasnya. (lna)

Leave a Reply