Persiapan Piala Dunia U-21, PKL di Stadion Manahan Direlokasi

PKL di Stadion Manahan Solo | Foto: google map

JoSS, SOLO – Pemerintah Kota Surakarta akan segera mensterilkan kawasan Stadion Manahan Solo dari keberadaan pedagang kaki lima (PKL) sebagai bagian dari persiapan perhelatan Piala Dunia U-21 pada Tahun 2021.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi mengatakan para pedagang kakai lima tersebut akan direlokasi ke sejumlah tempat. Sesuai rencana, penertiban ini dilakukan enam bulan sebelum penyelenggaraan even sepak bola internasional tersebut.

“Rencana enam bulan sebelum penyelenggaraan (pemindahan PKL), jadi paling tidak bulan Januari (2021) kami lakukan,” kata Heru Sunardi, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan untuk PKL Manahan Solo tersebut nantinya akan dipindah ke beberapa shelter lain, di antaranya Kerten, Pajang, shelter buah Purwosari, dan Mojosongo.

“Khusus untuk pakaian akan kami masukkan ke pasar, seperti Pasar Jebres masih ada ruang untuk pedagang pakaian. Selain itu juga Pasar Ayu Balapan, tinggal mereka pilih yang mana,” katanya.

Baca juga: Sambut Piala Dunia U-20 Lapangan Kotabarat Solo Mulai Dibenahi

Meski demikian, pihaknya juga mempersilahkan jika ada pedagang yang ingin mencari tempat sendiri, baik itu lokasi PKL lain maupun berjualan di rumah masing-masing.

Ia mengatakan jumlah pedagang di PKL Manahan sendiri sebanyak 140 orang. Terkait rencana pemindahan tersebut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sejak beberapa waktu lalu.

“Dari pedagang maunya kalau diizinkan jangan enam bulan sebelum penyelenggaraan tetapi 1-2 bulan baru mereka pindah, tetapi kan itu tergantung dadi FIFA dan PSSI, Kemenpora. Kami mengikuti saja,” katanya.

Selain itu, dikatakannya, pedagang meminta setelah pelaksanaan Piala Dunia agar mereka diperbolehkan kembali berjualan di Shelter Manahan.

“Terkait itu kami serahkan ke pimpinan terbaru (Wali Kota Surakarta baru) nanti. Kalau Shelter Manahan masih digunakan lagi jadi PKL, maka hak-hak pedagang diprioritaskan. Yang pasti kami menyediakan tempat dan pedagang tinggal menggunakan,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*