
JoSS, JOGJA – Penerapan kebijakan bebas kendaraan di kawasan wisata Malioboro berdampak pada jalan-jalan di sekitar kawasan wisata itu. Jalan Letjen Suprapto misalnya, yang merupakan akses ke Stasiun Tugu terjadi kepadatan sehingga waktu tempuh dari area Stasiun Tugu sampai Keraton Yogya saat jam sibuk seperti tengah hari bisa hampir setengah jam.
Diketahui, Pemerintah Kota Jogja menerapkan uji coba kawasan Malioboro bebas kendaraan selama dua pekan mulai 3-15 November mendatang. Hari pertama uji coba bebas kendaraan bermotor di kawasan tersebut terpantau lengang. Wisatawan pun tak terlalu banyak yang tampak pasca libur panjang cuti bersama berlalu.
Ketua Paguyuban Kusir Andong Yogyakarta Purwanto menuturkan kondisi Malioboro yang sudah dibangun untuk semi pedestrian memang sepatutnya tidak dilalui kendaraan bermotor. Sebab, di sisi timur dan barat jalan utama wisata itu sudah dimaksimalkan ruangnya untuk para pejalan kaki.
“Jadi kalau kendaraan bermotor pribadi tetap lewat di Malioboro, ya akan selalu macet terus di masa liburan,” ujar Purwanto.
Suasana lengang di Malioboro saat bebas kendaraan bermotor itu berbanding terbalik dengan ruas-ruas jalan sekitarnya, terutama yang mendapat limpahan kendaraan yang seharusnya melintas di Malioboro.
Baca juga: Catat! Mulai 3-15 November, Jalan Malioboro Bebas Kendaraan
Salah satu jalan yang mendapat limpahan kendaraan itu adalah Jalan Letjen Suprapto yang berada di sisi barat Malioboro. Sebab, jalur ini menjadi satu satunya jalur paling dekat Malioboro jika pemilik kendaraan bermotor dari utara hendak ke selatan.
Akibat kepadatan di Jalan Letjen Suprapto ini, waktu tempuh dari area Stasiun Tugu sampai Keraton Yogya saat jam sibuk seperti tengah hari bisa hampir setengah jam. Padahal di waktu normal atau ketika Malioboro masih bisa dilewati, jarak stasiun Tugu hingga Keraton jika lewat jalan Letjen Suprapto ini tak sampai 10 menit dengan kendaraan bermotor.
“Sekarang, semua kendaraan yang dari utara ke selatan jadi menumpuk di Jalan Letjen Suprapto ini, mau lewat jalan kecilnya biar tidak kena macet juga tidak bisa karena ditutup,” ujar Arifin, warga Wirobrajan yang hendak menuju area Keraton Yogya dari kawasan Stasiun Tugu.
Di Jalan Letjen Suprapto ini, kendaraan bermotor berbagai jenis menumpuk di jalan yang telah dibuat satu arah, dari utara ke selatan, tembus perempatan atau terminal Ngabean.
Arus di Jalan Letjen Suprapto yang semula dua arah itu bertumpuk kendaraan yang berasal dari berbagai ruas yang direkayasa, antara lain Jalan Mataram dan Suryotomo (sisi timur Malioboro) yang dibuat searah dari selatan ke utara, lalu sistem satu arah Jalan Abu Bakar Ali dan Pasar Kembang dari timur ke barat, dan sistem satu arah pada Jalan Gandekan dan Jalan Bhayangkara, dari selatan ke utara.
Jalur tikus atau jalan kecil alternatif di ruas Jalan Letjen Suprapto yang sedianya bisa digunakan untuk pengguna sepeda motor mengakses jalan besar HOS Cokroaminoto (sisi barat Letjen Suprapto) juga tampak diblokir area masuknya. Mau tak mau para pemotor tetap harus terjebak macet di Jalan Letjen Suprapto.
Hari ini merupakan tahap uji coba Malioboro bebas kendaraanm Pemkot Yogyakarta ingin menjadikan kawasan itu jalur pedestrian penuh. (lna)

Leave a Reply