
JoSS, JAKARTA – Aktor laga Indonesia, Joe Taslim membeberkan perbedaan pengalamannya syuting untuk film di Hollywood dengan Korea Selatan saat ia menggarap film The Swordsman.
“Hollywood sangat berbeda karena industrinya sudah raksasa dan ada pendekatan dari segi bisnis,” kata Joe dalam jumpa pers virtual, Senin (12/10).
Ia kemudian berkata, “Sementara di Asia, seperti Indonesia dan Korea, ada kemiripan bagaimana suasana seperti sebuah keluarga begitu kuat, jadi kami tidak menganggapnya seperti bisnis.”
Joe kemudian menjabarkan sejumlah kesamaan produksi film di Korea dan Indonesia, yakni juga memiliki rasa hormat tinggi pada semua orang yang terlibat.
“Anda tidak bisa syuting lebih dari delapan jam. Itu harus cepat karena ini melibatkan banyak uang,” katanya.
Terlepas dari perbedaan bekerja di Hollywood dan Korea, Joe juga bercerita pengalamannya syuting film The Swordsman yang dibintangi Jang Hyuk.
Bagi Joe, proyek itu merupakan salah satu yang terberat karena ia harus berdialog dengan bahasa yang baru dipelajari. Dia mengaku bahasa menjadi pelajaran utamanya, selain riset tentang dinasti di Korea yang menjadi bagian cerita film Swordsman.
“Saya perlu memahami strukturnya karena saya tidak dapat benar-benar bisa menguasai itu dalam waktu singkat. Jadi selama tiga bulan produksi, fokus saya adalah saya mengatakan semua dialog saya, memahami maksud yang saya katakan, dan mencoba menyelaraskan cara penyampaiannya,” katanya.
Baca juga: Madonna Bakal Sutradarai Sendiri Film Biopik Tentang Karier dan Hidupnya
Beruntung, orang-orang di sekitar tim produksi, mulai dari pemain, kru, hingga sutradara, sangat membantunya.
“Semua orang, mereka ingin saya bisa mendapatkan yang terbaik. Menghormati semua energi baik itu, saya seperti, ‘Semua orang mempercayai saya jadi saya perlu memberikan yang terbaik.’ Tanpa mereka, tidak mungkin bagi saya untuk bermain Gurutai,” kata Joe, seperti dilansir dari CNNIndonesia.
Film debut Joe Taslim di Korea Selatan, The Swordsman, dijadwalkan tayang perdana pada 17 September.
The Swordsman menceritakan tentang kondisi setelah Raja dari Dinasti Joseon, Gwanghaegun digulingkan. Seorang pendekar pedang terbaik negara itu, Tae Yool (diperankan Jang Hyuk) seketika lenyap. Dinasti Joseon sendiri juga berada dalam kekacauan akibat konflik antara Dinasti Qing dan Ming.
Gurutai (Joe Taslim), anggota dari keluarga kekaisaran Qing, membuat tuntutan yang tidak masuk akal pada Joseon.
Dalam situasi ini, putri Tae Yool, Tae Ok (Kim Hyun-soo) diculik oleh bawahan Gurutai. Setelah sempat menghilang, Tae Yool pun akhirnya kembali muncul dengan pedangnya, demi menyelamatkan sang putri.
Selain Joe, Jang Hyuk, dan Kim Hyun-soo, film ini juga akan menampilkan aksi Jeong Man-sik, Lee Na-kyung, Lee Min-hyuk, Kim Yung-tae, Choi Jin-ho, serta Jang Hyun-sung. (lna)

Leave a Reply