Ini Yang Akan Dilakukan Trump, Jika Kalah Dalam Pemilu AS 2020

Donald Trump | Foto: nbcboston.com

JoSS, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menggunakan hak pilihnya lebih awal untuk pemilu Amerika 2020 pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

Trump menggunakan hak suara untuk memilih di tempat pemungutan suara di perpustakaan di Palm Beach County, Florida, kemarin. Pemilu akan berlangsung secara nasional pada 3 Novemver 2020.

“Saya memilih seorang pria bernama Trump,” kata Trump usai memilih seperti dilansir NPR, Minggu (25/10).

Masa kampanye pemilihan presiden AS masih tersisa 10 hari. Namun, banyak warga yang menggunakan hak suaranya lebih awal. Merujuk pada data dari US Election Project, lebih dari 50 juta orang telah menggunakan hak pilih baik melalui surat atau secara langsung.

Trump mengatakan dia memilih secara langsung karena itu lebih aman ketimbang melalui surat. Namun, dia tidak menunjukkan bukti untuk mendukung pernyataannya itu. Meski mengkritik memilih via surat, Trump diketahui pernah melakukannya di masa lalu.

Setelah memilih, Trump meninggalkan Florida untuk berkampanye di North Carolina dan Ohio. Ia juga akan menggelar rapat umum di Wisconsin, yang saat ini menjadi salah satu daerah paling parah terpapar Covid-19.

Trump berhadapan dengan eks Wakil Presiden, Joe Biden, yang pernah dua kali menjabat wakil saat Presiden Barack Obama memerintah.

Diketahui, lebih dari 50 juta warga telah menggunakan hak pilihnya untuk pemilu Amerika yang akan berlangsung pada 3 November 2020.

Menurut Michael McDonald dari Proyek Pemilu di Universitas Florida, setidaknya 52 juta orang telah menggunakan hak suaranya baik secara langsung ataupun lewat pengiriman surat sebelas hari sebelum pemilu berlangsung. Sekitar 240 juta warga AS berhak memilih pada 2020 ini.

Baca juga: Trump Tutup Perusahaan Minyak Chevron di Venezuela, Ini Dampaknya

“Pemilu kali ini bisa menjadi contoh moderen jumlah suara melebihi 60 persen partisipasi pemilih,” begitu kata McDonald dan sejumlah ahli lainnya seperti dilansir Reuters pada Jumat, 23 Oktober 2020.

Sejumlah survei menunjukkan Presiden Donald Trump, yang diusung Partai Republik, tertinggal di belakang eks Wakil Presiden, Joe Biden yang diusung Partai Demokrat.

Trump menyebut hasil jajak pendapat itu meremehkan kekuatan pendukungnya. “Saya pikir kami unggul di sejumlah negara bagian yang kalian tidak tahu,” kata Trump.

Menurut manajer kampanye Trump, Bill Stepien, persaingan bertambah ketat di Minnesota. Mereka berencana membeli lebih banyak slot iklan di sana.

Dalam rapat umum Georgia Jumat malam  Tump menyatakan bahwa dia akan mengambil tindakan drastis jika publik Amerika tidak memilihnya untuk masa jabatan kedua.

Trump saat ini tertinggal dari Biden dalam jajak pendapat terbaru dan Georgia sekarang menjadi negara medan pertempuran utama dengan kurun waktu dari tiga minggu untuk menuju hari pemilihan.

“Saya tidak bisa bercanda karena Anda tahu apa? Berlari melawan kandidat terburuk dalam sejarah politik kepresidenan memberi tekanan pada saya, ” kata Trump kepada kerumunan pendukung di Georgia Jumat malam yang dikutip dari NYpost.

“Bisakah Anda bayangkan jika saya kalah? Seluruh hidup saya, apa yang akan saya lakukan?,” Dia bertanya.

“Saya akan mengatakan ‘Saya kalah dari kandidat terburuk dalam sejarah politik’ Aku tidak akan merasa begitu baik. Mungkin saya harus meninggalkan negara ini? Saya tidak tahu,” kata Trump.

Para kritikus Trump termasuk bintang musik Bruce Springsteen dan drummer Mötley Crüe Tommy Lee menanggapi pernyataan Trump yang bersumpah akan melakukan tindakan drastis tergantung pada hasil pemilu 3 November.

Springsteen, seorang kritikus lama presiden, mengatakan dia akan ‘di pesawat berikutnya’ ke Australia jika Trump mendapatkan masa jabatan lain di Gedung Putih.

“Saya memperkirakan sekarang dia akan kalah  jika kebetulan dia kalah, saya akan melihat Anda di pesawat berikutnya,” katanya dalam konferensi pers virtual Rabu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*