Sempat Dibantah Hendi, Wiku Kembali Sebut Semarang Masih Tertinggi Kasus Aktif Positif Covid-19

Kolase, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi - Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Jakarta | Foto: kontenjateng/Biro Pers Kepresidenan/idntimes.com

JoSS, JAKARTA – Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 kembali mencatat Kota Semarang, Jawa Tengah sebagai wilayah dengan kasus aktif positif virus Covid-19 tertinggi se Indonesia.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah ada 11 Kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000, Kota Semarang 2.591 kasus,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9).

Sedangkan untuk urutan kedua yakni Kota Medan dengan 1.454 kasus aktif, selanjutnya urutan ketiga ada di Jakarta Timur dengan total kasus aktif sebanyak 1.429 kasus.

Selain itu, Kabupaten/Kota di Jakarta hampir seluruhnya tercatat sebagai wilayah dengan 1.000 kasus aktif, kecuali Kabupaten Kepulauan Seribu.

Lebih lanjut, Wiku juga memaparkan Ada 310 Kabupaten/kota dari 514 yang memiliki kasus di bawah 50 kasus, yaitu ada 60,31 persen. Ada pula 74 Kabupaten/Kota di Tanah air yang tidak memiliki kasus aktif covid-19.

“Ini harus ditekan terus agar menjadi lebih rendah lagi,” imbuhnya.

Adapun kasus terkonfirmasi positif corona di Indonesia per data Selasa (8/9) tembus angka 200.035 kasus. Dari jumlah itu, akumulatif sembuh sebanyak 142.958 orang, sedangkan 8.230 lainnya meninggal dunia.

Sebelumnya, Wiku menyebutkan angka kasus kematian di kedua Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur cukup tinggi dan telah melampaui persentase kasus kematian kumulatif harian secara nasional per Kamis (3/9).

Baca juga: Jumlah Kasus Baru Di Atas 3.000 Per Hari, Pemerintah Akui Belum Bisa Tekan Penularan Covid-19

Melalui pemaparan data satgas covid-19, terlihat bahwa persentase angka kematian secara nasional per hari ini yakni berjumlah 7.750 atau 4,2 persen kasus kematian, dengan 44.463 kasus aktif, kemudian 132.055 kasus sembuh, serta 3.622 penambahan kasus baru.

Sedangkan kasus covid-19 di Jawa Tengah total berjumlah 14.428 kasus. Dari jumlah itu angka kasus kematian berjumlah 1.043 kasus atau sebesar 7.22 persen, dengan 9.294 kasus sembuh, serta 4.091 kasus aktif.

“Kasus meninggal di Jawa Tengah perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena angkanya cukup tinggi 7.22 persen dimana angka nasional 4.2 persen,” kata Wiku Adisasmito.

Wiku pun menyebut saat ini setidaknya tiga Kota/Kabupaten di Jawa Tengah masuk dalam kategori zona merah atau daerah risiko tinggi covid-19. Ia juga mengatakan, sebanyak 54 persen kasus di Jawa tengah terpusat di Kota Semarang.

“Pemkot Semarang agar dapat menekan kenaikan jumlah kasus dengan terus memperhatikan protokol kesehatan secara bersama-sama, dan dengan dukungan semua pihak, karena melihat aktivitas sosial-ekonomi sudah mulai berjalan,” pesan Wiku.

Wali kota Semarang Hendrar Prihadi angkat bicara terkait hal itu. Menurutnya data kasus Covid-19 aktif di Kota Semarang berbeda dengan data Satgas Covid-19 pusat, bahkan selisihnya sangat jauh.

Seperti diketahui, Wiku Adisasmito melalui tayangan akun YouTube BNPB pada Senin (31/8) lalu, menyampaikan bahwa Kota Semarang menduduki peringkat pertama dengan 2.317 kasus.

Sementara data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Semarang kasus Covid-19 yang aktif di Kota Semarang berada pada angka 470-an. Hendi mengatakan jika data kasus harus sinkron, karena mengumumkan kasus Covid-19 tanpa konfirmasi ke wilayah yang bersangkutan dapat menimbulkan berbagai dampak di masyarakat. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*