Petahana Kendal Gagal Nyalon, Suara Partai Habis Terbagi Untuk 3 Paslon

Partai Gerindra yang pada pilkada sebelumnya mengusung Mirna, kini merapat ke PKB dan Nasdem untuk mendukung pasangan KH Ali Nurudin-Yekti Handayani (Nurani). Ketiganya mendeklarasikan dukungannya di kantor DPC PKB Kendal Jalan Soekarno Hatta Jambiarum Kendal, Sabtu (5/9/2020) | Foto: Agus Riyadi/JoSS

JoSS, KENDAL – Bupati Kendal Mirna Annisa gagal maju dalam bursa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang. Pasalnya, tak ada satupun partai politik yang memberikan rekomendasi atau mengusung calon petahana itu, termasuk Gerindra yang pada pilkada sebelumnya mendukungnya.

Partai besutan Prabowo Subianto itu memilih merapat ke PKB dan Partai NasDem yang mengusung pasangan KH Ali Nurudin-Yekti Handayani (Nurani).

Ketua KPUD Kendal Hevy Indah Oktaria mengatakan, sesuai dengan pasal 38 ayat 4 PKPU 3 tahun 2017, Pendaftaran bakal pasangan calon di tutup pada hari terakhir yakni Minggu, 6 September 2020 pukul 24.00 WIB.

Tiga hari masa pendaftaran Cabup-cawabup di Kantor Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kendal, tercatat hanya ada tiga paslon yang mendaftarkan diri.

Dihari pertama pendaftaran, tepatnya jumat 4 September 2020, Dico Ganinduto dan H Windu Suko Basuki yang diusung Partai Golkar, PAN, PKS, Demokrat dan Perindo datang ke KPUD Kendal, mendaftarkan diri sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kendal dipilkada 2020.

Adapun pasangan KH Ali Nurudin dan Yekti Handayani (Nurani) mendaftar di hari ke dua. Pasangan yang diusung PKB, Nasdem dan Gerindra ini terlebih dahulu menggelar deklarasi sebagai pasangan Cabup-cawabup Kendal sebelum berangkat ke KPUD Kendal.

Sementara itu, Pasangan Tino-Mustamsikin yang mendaftar dihari ke tiga juga melakukan deklarasi sebagai pasangan Cabup-cawabup Kendal sebelum berangkat menuju KPUD Kendal.

Baca juga: Diusung 3 Partai, Ustad Ali dan Yekti Handayani Mendaftar ke KPUD Kendal

Tino-Mustamsikin yang diusung PDI Perjuangan dan PPP usai deklarasi di Kantor DPC PDIP Kendal, lalu berangkat ke KPUD Kendal dengan mengendarai ojek online (Ojol). Pasangan ini tiba di KPUD Kendal sekira pukul 10.13 wib, Minggu (6/9).

“Sampai hari terakhir pendaftaran Cabup-cawabup, sudah ada tiga paslon yang mendaftar di KPUD Kendal,” kata Hevy, Senin (7/9/2020) pagi.

Dia mengatakan, seluruh partai politik yang mempunyai kursi di DPRD Kendal telah mendaftarkan calonnya ke KPUD Kendal. “Ini tentunya membuat petahana Mirna tidak bisa ikut mendaftar,” terang Hevy.

“Setelah proses pendaftaran, paslon yang telah mendaftar akan melalui proses pemeriksaan kesehatan di RSUD Karyadi Semarang,” imbuhnya.

Mereka (Paslon) lanjut Hevy, akan mendapatkan surat pengantar dari KPU untuk menjalani tes kesehatan pada 8-9 September lusa. Hasil tes kesehatan diserahkan ke petugas KPU untuk dilakukan verifikasi berkas bakal calon sebelum ditetapkan sebagai calon.

“Verifikasi dilakukan secara administratif dan faktual terhadap dokumen calon sampai 12 September. Kemudian 13-14 September kita sampaikan hasil verifikasi untuk dilakukan perbaikan. Dan pada 23 September penetapan calon,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Partai Gerindra yang semula dikabarkan akan mengusung kader terbaiknya mengaku tak bisa merealisasikannya pada pilkada Kendal tahun ini. Menurut, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro hal itu disebabkan dinamika politik yang berubah-ubah sehingga membuat partainya tak bisa mengusung kader terbaiknya.

“Kader terbaik kami tidak bisa maju karena dukungan parpol yang kurang. Sehingga pilihan partai mengusung KH Ali Nurudin yang berpasangan dengan Yekti Handayani,” katanya.

Namun demikian, bersama partai koalisi dirinya mengaku siap untuk merebut kembali kemenangan di pilkada Kendal seperti lima tahun yang lalu. “Dukungan Gerindra sudah final dan kami siap merebut kembali kemenangan dipilkada Kendal,” ungkapnya.

Sementara itu, Arif Abdillah dari DPW PKB Jawa Tengah mengatakan, diusungnya pasangan Nurani oleh tiga partai tidak diragukan lagi akan memenangkan pilkada Kendal. Pasangan ini mengantongi 18 suara. Dengan rincian PKB (10 suara), Gerindra (6 suara) dan Nasdem (2 suara).

“Kami tidak meragukan lagi bagaimana hebatnya Gerindra yang saat ini memiliki bupati dan kini Gerindra ingin membuktikan lagi bahwa Kendal tetap milik Gerindra,” ungkapnya. (agr/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*