Pertamina Finalkan Rencana Penghapusan Premium dan Pertalite

Ilustrasi | Foto: liputan6

JoSS, JAKARTA – PT Pertamina (Persero) terus menggodok rencana penghapusan bahan bakar minyak (BBM) kalori rendah dengan research octane number (RON) di bawah 91 yakni Premium dengan RON 88 dan Pertalite dengan RON 90. Padahal kedua jenis bbm itu memiliki porsi konsumsi terbesar.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan penghapusan itu mengacu pada Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2017 yang mengatur soal baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor tipe baru untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

“Artinya ada dua produk yang kemudian tidak boleh lagi dijual di pasar kalau mengikuti aturan tersebut yaitu Premium dan Pertalite,” kata Nicke di Komisi VII DPR RI, Senin (31/8).

Dia menjelaskan mengenai filosofi penyederhanaan produk di mana sesuai regulasi pemerintah dan kesepakatan dunia tentang lingkungan.

“Sesuai ketentuan, Pertamina akan memprioritaskan produk-produk yang ramah lingkungan. Apalagi kita telah merasakan di masa PSBB langit lebih biru dan udara lebih baik. Untuk itu, kita akan teruskan program yang mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan dan mendorong produk yang lebih bagus,” katanya.

Meski demikian, dia mengakui untuk merealisasikan kebijakan tersebut hal ini masih terganjal paradigma masyarakat yang belum bisa beralih ke BBM ramah lingkungan.

Ia memerinci hingga kini kedua jenis BBM ini memiliki porsi konsumsi yang paling besar. Misalnya saja di data 22 Agustus 2020, penjualan Premium mencapai 24 ribu kilo liter (KL) dan Pertalite sebesar 51,5 ribu KL. Sedangkan untuk penjualan BBM dengan RON di atas 91 yakni Pertamax dengan RON 92 sebesar 10 ribu KL dan Pertamax Turbo dengan RON 98 sebesar 700 KL.

Baca juga: Premium dan Pertalite Akan Ditiadakan, Industri Otomotif Sudah Siap

“Oleh karena itu kita perlu mendorong bagaimana konsumen yang mampu beralih ke BBM ramah lingkungan,” tutur Nicke.

Di sisi lain, dia mengatakan jenis BBM yang dijual di Indonesia lebih banyak dari negara lain. Di Indonesia untuk gasoline saja ada enam jenis dan di negara lain hanya 2-3 jenis.

Lebih lanjut Nicke mengatakan ada tujuh negara di dunia termasuk Indonesia yang masih menggunakan BBM dengan RON di bawah  90 di antaranya Bangladesh, Kolombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, dan Uzbekistan.

“Jadi itu alasan kenapa kita perlu mereview kembali varian BBM ini,” jelas Nicke.

Adapun penghapusan kedua jenis bahan bakar tersebut dilakukan secara bertahap. Langkah Pertama: pengurangan bensin Premium disertai dengan edukasi untuk mendorong konsumen menggunakan BBM RON 90 ke atas.

Langkah Kedua: Pengurangan bensin Premium dan Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disertai dengan edukasi dan campaign untuk mendorong menggunakan BBM di atas RON 90 ke atas.

Langkah ketiga: Produk yang dijual di SPBU hanya menjadi dua varian yakni BBM RON 91/92 (Pertamax) dan BBM RON 95 (Petamax Turbo). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*