JoSS, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mempertimbangkan reaktivasi jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo. Jalur KA yang ditutup sejak 1 Agustus 1978 ini memiliki panjang 88 kilometer yang masuk dalam wilayah aset Daerah Operasi V Purwokerto.
Jalur tersebut terakhir kali dilintasi kereta api pada pengujung tahun 1986, yakni KA barang yang berhenti di Stasiun Mantrianom atau sekitar 8 kilometer sebelah barat pusat kota Banjarnegara.
KA barang tersebut mengangkut peti kemas yang berisi komponen elektrik dari Prancis untuk keperluan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman di Mrica, Banjarnegara.
Ia mengatakan sebelumnya memang ada usulan untuk menghidupkan kembali (reaktivasi) jalur lama yang tak berfungsi. Namun, proposal tersebut belum sempat dipelajari oleh kementeriannya.
“Kami akan pikirkan ke Purwokerto-Wonosobo ini memang belum kami studi. Yang sudah kami studi itu dari Jogja ke Borobudur itu udah diokupasi orang semua (lahannya),” ujar Budi Karya dalam rapat bersama Komisi V DPR, belum lama ini.
Menurutnya, ketersediaan lahan merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan sebelum proyek dimulai. Pasalnya, saat menjalankan proyek reaktivasi kereta Garut-Cibatu, pihaknya dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendapatkan penolakan dari warga.
“Seperti kami lakukan di Garut tapi kalau penguasaannya sudah demikian mungkin kami harus memindahkan ke tempat yang lain,” imbuhnya.
Baca juga: Persiapkan Ibu Kota Baru, Menhub Dorong Universitas Kembangkan Mobil Tanpa Supir
Namun di luar faktor tersebut kementeriannya melalui Ditjen Perkeretaapian juga perlu mempertimbangkan kontur lahan yang akan jadi perlintasan kereta. Sebab semakin sulit medan yang ditempuh untuk membangun rel maka semakin mahal pula biaya yang perlu dikeluarkan.
“Kalau di Wonosobo permasalahannya yaitu menanjak ke atas, nanti kita lihat kalau memang itu relatif datar dan penguasaan masyarakat relatif sedikit kami akan lakukan (pembangunan),” tegas Budi Karya.
Dalam kesempatan terpisah, Anggota Komisi V DPR RI Lasmi Indaryani mendorong pemerintah melalui Kementerian Perhubungan untuk mengaktifkan kembali jalur rel kereta api yang menghubungkan Purwokerto dan Wonosobo, Jawa Tengah.
“Pada rapat dengar pendapat kemarin, dengan Pak Menteri Perhubungan (Budi Karya Sumadi), saya sudah suarakan kembali. Jadi tidak hanya sekali, saya sudah suarakan yang mungkin kedua kalinya di rapat dengar pendapat untuk mempercepat reaktivasi jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo,” katanya di Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Sabtu.
Ia menduga dalam reaktivasi tersebut harus ada jalur baru karena banyak permasalahan pada jalur-jalur yang lama, antara lain sebagian telah menjadi permukiman penduduk sehingga tidak gampang untuk diaktifkan kembali.
“Mungkin karena sudah lama tidak aktif, sehingga mereka sudah nyaman di situ, atau mungkin sudah sewa dan sebagainya, nanti kami harus kaji juga karena ada aspirasi dari masyarakat yang tinggal di atas tanah PT KAI (Persero), meminta tolong jangan langsung digusur dan sebagainya,” kata dia. (lna)

Leave a Reply