Angka Kematian Akibat Covid-19 Melejit, 80% Kelompok Usia di Atas 45 Tahun

Ilustrasi pemakaman jenazah covid-19 | Foto: beritasatu.com

JoSS, JAKARTA – Angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir terus melejit, mencapai 105 kasus atau meningkat hingga 25% dibandingkan periode sepekan terakhir. Dari jumlah tersebut, 80% kematian akibat Covid-19 disumbang dari kelompok berusia di atas 45 tahun.

“Secara persentase rata-rata kasus meninggal juga meningkat dari 3% pada minggu lalu menjadi 7% pada minggu ini,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam Youtube Setkab, (18/9/2020).

Dia merinci angka tersebut didominasi oleh kelompok usia rentan yakni di atas 45 tahun. Untuk itu, dia mengimbau kelompok usia ini harus menjaga kesehatan dan sebisa mungkin tidak berkegiatan di luar rumah dan tetap menjaga pola hidup bersih dan sehat. Jika terpaksa keluar rumah harus benar terapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan.

“Hindari menggunakan transportasi umum untuk mencegah penularan. Hal serupa juga berlaku pada kelompok usia produktif antara 19 sampai 45 tahun yang menjadi kelompok usia terbesar secara persentase yang terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Wiku pun mengingatkan kepada kelompok berusia produktif yakni rentang umur 19 hingga 45 tahun agar betul-betul memperhatikan interaksi sosialnya di luar rumah. Pasalnya, bukan tidak mungkin kelompok ini membawa penyakit.

“Sebagai kelompok usia produktif dan mobilitas tinggi, serta frekuensi interaksi sosial juga tinggi berpotensi menjadikan mereka sebagai carrier yang bisa tularkan Covid-19 kepada keluarga kerabat atau kelompok orang yang rentan,” katanya.

“Kelompok usia ini harus benar-benar jaga diri dengan terapkan protokol kesehatan saat bekerja atau ketika keluar rumah. Dan saat tiba di rumah harus bersihkan diri sebelum berkomunikasi dengan kelompok usia rentan di rumah,” tegasnya.

Baca juga: Ilmuwan WHO Sebut Dunia Belum Normal Dari Pandemi Covid-19 Hingga 2022

Terkait peningkatan signifikan kasus positif Covid-19 di Tanah Air, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebut Indonesia bisa saja jadi Episentrum Covid-19 dunia bila kasus positif corona terus bertambah dan tak terkontrol.

Saat ini jumlah pasien Covid-19 terus meningkat secara signifikan, dengan rata-rata penambahan kasus harian di atas 3.000 kasus. Hingga Jumat (18/9) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 236.519 orang, 170.774 orang dinyatakan sembuh dan 9.336 orang meninggal dunia. Indonesia menjadi negara dengan kasus Covid019 tertinggi di Asia Tenggara.

Apalagi, makin banyak dokter berguguran karena virus ini menjadikan pekerjaan besar untuk tetap bisa memberikan proporsional dalam pelayanan kesehatan. Para tenaga kesehatan kini menjadi benteng terakhir dalam penanganan Covid 19.

“Indonesia bahkan belum mencapai puncak pandemi gelombang pertama pandemi dikarenakan ketidakdisiplinan protokol kesehatan yang masif. Apabila hal ini terus berlanjut, maka Indonesia akan menjadi episentrum Covid dunia – yang mana akan berdampak semakin buruk pada ekonomi dan kesehatan negara kita,” kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi dalam keterangan resmi, Jumat (18/9).

PB IDI yang mewakili seluruh tenaga kesehatan di Indonesia memahami bahwa ada kebutuhan ekonomi yang juga perlu diperhatikan. Namun, masyarakat diminta agar disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas kesehariannya. Hal ini bukan hanya untuk keselamatan para tenaga kesehatan, namun juga keselamatan diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar.

“Kasus penularan yang tak terkontrol di masyarakat akan mengakibatkan kolapsnya sistem kesehatan yang ditandai dengan tingginya tenaga kesehatan yang terpapar Covid dan sulitnya mencari tempat perawatan,” kata Ketua Tim Protokol Tim Mitigasi PB IDI, Eka Ginanjar. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*