Presiden Jokowi Resmikan Bandara Kulonprogo

Foto: setkab.go.id

JOSS, JOGJA – Presiden Jokowi meresmikan Yogyakarta International Airport (YIA) atau Bandara Kulon Progo di Kabupaten Kulon Progo pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Kepala Negara beserta rombongan terbatas bertolak menuju Kabupaten Kulon Progo, DIY, melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 08.30 WIB menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Menempuh perjalanan udara selama kurang lebih satu jam, Presiden Jokowi tiba di Yogyakarta International Airport, Kabupaten Kulon Progo. “Presiden meresmikan Bandara YIA disertai dengan pengoperasian menara airnav Indonesia, dan sistem peringatan dini tsunami,” demikian keterangan Biro Pers Sekretaris Presiden, Jumat, 28 Agustus 2020.

Selepas menjalankan ibadah Salat Jumat, Presiden Jokowi juga diagendakan untuk menyerahkan Banpres Produktif Usaha Mikro di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta.

Turut serta dalam penerbangan menuju DIY di antaranya ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Bandara Internasional Yogyakarta  ini beroperasi secara penuh pada 29 Maret 2020. Beroperasinya YIA akan membuat seluruh penerbangan di Bandara Adisutjipto (JOG) dialihkan ke sana.

Baca juga: Lahan Kosong di Atas Area Underpass Bandara Kulonprogo Bakal Dibangun Pasar Rakyat

Penerbangan yang dikecualikan dari pengalihan adalah penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal yang menggunakan pesawat propeller/baling-baling, serta penerbangan VIP menggunakan pesawat jet pribadi.

Keberadaan YIA diharapkan meningkatkan konektivitas di Jawa Tengah khususnya di Jogjakarta, Solo, Semarang (Joglosemar) dan sekitarnya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian melalui pengembangan destinasi pariwisata di mana Borobudur menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas.

Pembangunan bandara baru di Kulon Progo dilakukan karena kapasitas terminal Bandara Adisutjipto tidak mampu lagi menampung jadwal penerbangan yang semakin ramai.

Selain itu, Bandara Adisutjipto adalah milik Pangkalan TNI AU, akibatnya aktifitas latihan yang juga dilaksanakan di landasan tersebut seringkali membuat jadwal penerbangan domestik terganggu.

Pada tahap I atau pada 2020 hingga 2031, bandara ini akan memiliki terminal seluas 130.000 meter persegi berkapasitas hingga 15 juta penumpang per tahun, dengan landasan sepanjang 3.250 meter, dan apron berkapasitas 35 unit pesawat.

Pada pengembangan tahap II yaitu pada 2031 hingga 2041, terminal akan dikembangkan menjadi 195.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 20 juta penumpang pertahun, landasan 3.600 meter, dan apron yang bisa memuat hingga 45 unit pesawat.

Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp9 miliar pada 2020 untuk subsidi angkutan antarmoda yang menghubungkan ke bandara tersebut. Diharapkan nantinya tarif Damri hanya sebesar Rp25.000 dari Kota Yogyakarta ke Bandara YIA.

Saat ini terdapat dua rute dukungan angkutan antarmoda untuk Bandara YIA. Rute yang pertama adalah Bandara YIA – Ambar Ketawang – Wirobrajan – Universitas Gajah Mada – Jl. Affandi – Hartono Mal, ada 11 bus yang melayani dengan headway selama 20 menit.

Sementara itu, rute yang kedua adalah Bandara YIA – Gamping – Ring Road Barat – Term. Jombor – Komplek Pemda Sleman – Sleman City Hall, ada 10 bus yang melayani dengan headway selama 20 menit. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*