JoSS, PYONGYANG – Setelah diisukan menderita sakit keras bahkan koma, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un muncul ke depan publik. Dalam sebuah tampilan video, Kim terlihat sehat dan mampu memimpin jalannya rapat pemerintahan.
Sebelumnya mantan pejabat senior Korea Selatan (Korsel) di masa pemerintahan Presiden Kim Dae Jung yang berkuasa 1998-2003, bernama Chang Song-min menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara itu dalam kondisi koma.
Info itu ia dapat dari sumber China. Menurutnya hal tersebut berdasarkan pengalaman sang sumber di kantor kepresidenan Korut. Bahkan, ia mengklaim semua foto Kim yang dirilis palsu.
Dilansir dari BBC, dalam rapat itu, Kim memperingatkan anak buahnya untuk bersiap menghadapi bahaya yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona dan bahaya topan yang mengancam negara itu.
Korea Utara hingga kini belum mengonfirmasi ada tidaknya kasus Covid-19 di negaranya dan diperkirakan sebuah wabah besar corona akan berdampak buruk pada negara miskin itu.
Sementara Topan Bavi diperkirakan akan menghantam Korea Utara akhir pekan ini.
Memimpin rapat pertemuan politbiro, badan eksekutif tertinggi dan sekretariat di Korea Utara, pada Selasa, Kim, yang sambil merokok, mengatakan ada “beberapa kekurangan” upaya negara dalam mencegah “virus ganas”, demikian media pemerintah melaporkan, namun tanpa memberikan rincian.
Pyongyang sejak lama bersikeras mengatakan bahwa tidak ada infeksi di negara itu, meskipun hal ini diragukan oleh para pengamat.
Telah beberapa pekan berlalu hingga sekarang, media Korea Utara tidak memberikan perkembangan terkini terkait virus corona di sana.
Baca juga: Militer Filipina Sebut Kedua Wanita Pelaku Bom Bunuh Diri Adalah Warga Lokal
Sebelumnya muncul sebuah kasus yang dicurigai virus corona di Kaesong yakni salah satu kota perbatasan dekat Korea Selatan.
Kota itu menjalani karantina, namun tidak ada pernyataan secara resmi dari pemerintah apakah ada virus corona atau tidak.
Penampilan Kim Jong-un muncul di tengah rumor tentang kesehatannya dan telah mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada saudara perempuannya Kim Yo-jong.
Ketika pemberitaan dunia terobsesi dengan kesehatan Kim Jong-un – yang jelas baik-baik saja -, ternyata ada kekhawatiran yang lebih besar mengancam. Negara dan 25 juta penduduknya jelas tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Topan Bavi dapat menyebabkan kerusakan di negara yang baru saja pulih akibat musim muson terpanjang yang menghantam. Hujan deras di bulan Agustus menyebabkan banjir yang meluas.
Dan sekarang, pusat cuaca BBC memperkirakan gelombang badai hujan antara 200-300mm akan terjadi beberapa minggu sebelum panen padi musim gugur dan berpotensi akan mengancam keberlangsungan kehidupan mereka.
Sepuluh juta orang dikatakan menderita kerawanan pangan di Korea Utara, menurut PBB. Itu artinya mereka hidup dari panen ke panen. Mereka tidak mampu membeli lebih banyak bibit tanaman yang ujungnya akan rusak.
Minggu lalu, Kim mengakui bahwa rencana ekonomi besarnya, yang akan membuahkan hasil pada tahun 2020, telah gagal dan dia harus memikirkan cara baru. Pengakuan yang jarang diungkapkan seorang pemimpin Korea Utara bahwa dia telah gagal.
Perdagangan dengan China, negara yang menjadi sekutu dan donator terbesar Korea Utara, turun lebih dari 20% pada Juli lalu, menurut data bea cukai China.
Penutupan perbatasan untuk mencegah masuknya virus corona ke negara itu berdampak pada terputusnya rantai pasokan kebutuhan vital. (lna)

Leave a Reply