
JoSS, SOLO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Surakarta menunjuk Achmad Purnomo menjadi penasehat Tim Pemenangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa pada Pilkada Surakarta 2020. Sehari setelah pengumuman rekomendasi, Purnomo menyatakan siap jika diminta bantuan untuk pasangan yang diusung partainya.
“Setelah rapat DPC, kami bentuk tim pemenangan langsung, termasuk juga pertemuan pengurus ranting, pengurus PAC. Nanti pak Pur dimasukkan di tim penasehat, saya juga,” kata Ketua DPC PDIP Surakarta sekaligus Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo di Solo, Kamis.
Sebagaimana diketahui, Achmad Purnomo yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta sempat diusung sebagai calon tunggal oleh DPC PDIP Surakarta pada Pilkada 2020. Meski demikian, pada akhirnya rekomendasi tidak jatuh ke tangan Purnomo melainkan Gibran.
“Kalau ketua (Ketua Tim Pemenangan) tidak, beliau pengen istirahat. Ini saya sudah koordinasi dengan Pak Pur. Saya minta beliau menjadi penasehat tim pemenangan,” katanya. Ia mengatakan untuk Ketua Tim Pemenangan pasangan tersebut dipegang oleh Putut Gunawan dan Rudy sebagai penanggung jawab
Sementara itu, mengenai potensi Gibran akan melawan kotak kosong pada pilkada tersebut, pihaknya tidak mempermasalahkan. “Ya ‘nggak pa-pa’, yang penting menang,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Mengenai target kemenangan, ia tidak ingin muluk-muluk, yaitu sebesar 62 persen. Meski demikian, angka tersebut berpotensi lebih besar seiring dengan bergabungnya partai pendukung dan relawan. “Kalau dari partai pendukung ya nanti berapa persen sumbangan dari mereka, relawan juga,” katanya.
Baca juga: Tak Dapatkan Rekomendasi PDIP Putri Woelan, Cucu Pakubuwono XII Siap Maju Lawan Gibran
Mengenai partai pendukung sendiri, dikatakannya, sejauh ini belum ada yang secara resmi memberikan dukungan.
“Kalau sudah kan bisa masuk tim pemenangan. Kalau secara verbal (yang akan mendukung) Golkar dan PAN. Kalau Gerindra, Demokrat, dan PSI belum ketemu,” katanya.
Sementara itu, Achmad Purnomo siap membantu jika dibutuhkan menjadi bagian dari tim pemenangan Gibran-Teguh di Pilkad Solo, Desember mendatang.
“Minta saja belum kok, mintanya apa dulu. Saya siap bantu. Ini belum ditunjuk kok,” katanya di Solo, Senin (20/7/2020).
Ia juga mengaku siap jika diminta menjadi penasihat Gibran. Bahkan, kesanggupan tersebut juga sudah disampaikan kepada Jokowi.
“Pada prinsipnya siapa pun yang memimpin Kota Solo akan saya bantu karena saya mencintai kotanya. Suatu hal yang harus disadari, siapa pun yang jadi wali kotanya tidak bisa tidak mendengarkan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, untuk saat ini ia ingin lebih fokus menyelesaikan masa jabatannya dan setelah itu akan kembali berkecimpung di dunia bisnis.
“Bisnis yang dulu terbengkalai akan saya kembangkan lagi. Saya dari dulu orang swasta, jadi ‘bakul’ bensin (memiliki SPBU), ada penginapan kecil losmen di Yogya, pondokan juga. Saya dan istri sama-sama pekerja,” ujarnya.
Meski sempat menelan kekecewaan, karena gagal memperoleh rekomendasi dari partainya, ia mengaku tidak kapok dalam berpolitik.
“Saya tetap jadi kader PDIP, tetapi sementara ini istirahat dulu, ‘ngopeni’ (menjalankan) perusahaan dulu,” katanya. (lna)

Leave a Reply