JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui RSUD KRMT Wongsonegoro menyediakan Bilik uji swab atau yang disebut Covid Swab Booth di Kantor Diklat Kota Semarang. Bilik uji swab ini diharapkan mampu mengurangi limbah medis serta efisiensi alat pelindung diri (APD).
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan mengatakan Covid Swab Booth ini membantu petugas medis untuk lebih aman saat memeriksa banyak orang di tempat terbuka. Bilik uji swab ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengujian serta kenyamanan. Selain itu, untuk keamanan petugas dan pasien.
“Bilik uji swab ini hanya membutuhkan sedikit alat pelindung, bilik itu juga menghemat waktu. Mengurangi limbah alat medis dan membantu meningkatkan kebutuhan akan kekurangan alat medis,” kata pria yang akrab di sapa Hendi ini.
Dia menjelaskan saat ini covid swab booth pun coba ditempatkan di kantor diklat Kota Semarang, yang saat ini telah berubah menjadi tempat karantina bagi penderita Covid-19 di kota Semarang.
“Bila bilik swab dapat berfungsi secara maksimal, lalu kemudian diperbanyak, diharapkan akan menghemat penggunaan APD, terutama yang biasanya digunakan untuk pengambilan sample saat melakukan test swab,” ujarnya.
Baca juga: Waspada, Jumlah ODP di Semarang Meningkat Tajam
Inovasi dalam pelayanan test COVID-19 tersebut dianggap penting oleh Hendi, sebab dengan masifnya test secara massal yang dilakukan di Kota Semarang, kebutuhan APD diagnosis COVID-19 pun juga meningkat.
“Semoga dapat berfungsi secara maksimal, dan ke depannya akan banyak tersedia Covid Swab Booth seperti ini di kota Semarang, sehingga kita dapat dengan cepat memetakan persebaran virus Covid-19 ini,” harap Hendi.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD KRMT Wongsonegoro, dr. Susi Herawati optimis jika adanya swab booth tersebut mampu meningkatkan penanganan COVID-19 menjadi lebih baik.
“Penyedia perawatan kesehatan tidak memerlukan peralatan pelindung pribadi karena mereka berdiri di dalam bilik dan mengambil sampel dari pasien yang menggunakan sarung tangan yang menonjol keluar,” kata Susi, seperti dikutip dari Jagaberita.com.
Susi menerangkan, terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis di rumah sakit, menjadi salah satu alasan menginisiasi bilik tes swab. Bilik ini merupakan bilik sampling Covid-19 untuk mengambil uji swab bagi masyarakat yang terduga terpapar virus corona, dan didesain khusus agar petugas pengambil sampel terlindungi dari paparan virus melalui droplet.
“Saat ini Swab booth yang sudah ada ini juga digunakan untuk melayani masyarakat umum yang telah memenuhi persyaratan untuk dapat memanfaatkannya,” tambahnya. (lna)

Leave a Reply