
JoSS, SOLO – PT Sushi Tei, sebuah perusahaan yang biasanya merekrut lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Solo kini menghentikan program seleksi kerja. Dampaknya, nasib lulusan SMKN 4 Solo yang telah diterima diperusahaan tersebut tidak jelas.
Pasalnya sebuah perusahaan restoran yang berpusat di Jakarta itu kini juga menanggung dampak cukup parah dari pandemi virus corona terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah itu.
Asisten Manajer Marketing and Development PT Sushi Tei, Yuli Rahma Dewi, mengatakan ada dua pertimbangan mengapa kelanjutan seleksi kerja lulusan SMK saat ini belum berlanjut.
Perusahaan ini kerap merekrut lulusan SMK asal Solo, termasuk di SMKN 4 Solo. Yuli memastikan perusahaan tersebut sekarang belum bisa menentukan nasib siswa SMKN 4 Solo yang sudah direkrut beberapa waktu lalu.
Pertama, para siswa tersebut baru saja lulus. Yang kedua dan krusial, situasi saat ini belum memungkinkan untuk mempekerjakan lulusan SMK yang telah mengikuti seleksi kerja.
“Untuk proses rekruitmen tenaga kerja SMK sampai saat ini belum dibicarakan lagi di kantor karena di Jakarta sedang dilakukan PSBB,” katanya seperti dikutip dari Solopos.com.
Yuli menambahkan dalam kondisi normal atau tidak ada pandemi Covid-19, lulusan SMK yang lulus seleksi kerja baru akan bekerja beberapa waktu ke depan.
Baca juga: Ribuan Pekerja di Kota Semarang Sudah Di-PHK Dan Dirumahkan
“Mengingat situasinya sekarang belum memungkinkan [karena pandemi], kami juga belum dapat berbicara banyak soal ini,” ujar dia.
Sementara itu, Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMKN 4 Solo, Siti Rubaengah, mengatakan dalam rekrutmen lulusannya, sebagian perusahaan memilih menunggu. Jadi, untuk sementara tahapan lanjut seleksi kerja lulusan SMK disetop oleh perusahaan yang sudah bekerja sama dengan SMKN 4 Solo.
Menurut Situ, hal itu dilakukan sembari menunggu pandemi corona yang berimbas pada perekonomian bangsa ini mereda.
“Untuk pembatalan kontrak rekruitmen sih tidak ada. Tapi memang mereka belum dapat mempekerjakan sekarang karena situasinya masih seperti ini. Mereka [perusahaan] ini menunggu kondisi perekonomian membaik,” kata dia.
Tak hanya di Solo, seleksi kerja lulusan SMK juga disetop di sejumlah SMK lainnya. Salah satunya di Sragen.
Wakil Kepala SMKN 2 Sragen, Joko Daryanto, mengatakan lebih dari 200 lulusan SMK itu sudah mengikuti rangkaian seleksi kerja di delapan perusahaan ternama.
“[Pada tahun-tahun sebelumnya,] biasanya 50%-60% siswa kami sudah diterima bekerja sebelum dinyatakan lulus. Namun, sekarang proses seleksi tenaga kerja dihentikan karena Covid-19. Perusahaan lainnya ikut mengundurkan jadwal seleksi tenaga kerja,” papar Joko. (lna)

Leave a Reply