Kisah Pocong Halau Corona di Sukoharjo Viral di Media Korea Selatan, Ini Faktanya

Pocong yang viral di media Korea Selatan | Foto: aceh.tribunnews.com

JoSS, SEMARANG – Sejumlah media televisi di Korea Selatan ramai membahas hantu pocong yang menjaga sebuah kampung di Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang viral di media sosial.

Penyiar di salah satu televisi negeri gingseng itu menyebut hantu pocong itu digunakan untuk menghalau masyarakat yang keluyuran malam, guna mencegah penyebaran virus corona. “Hantu pocong digunakan untuk menghalau warga, karena warga lebih takut pocong dari pada virus corona,” kata penyiar tersebut.

Awalnya, pocong dalam foto itu tersebut diklaim menjaga kampung di Purworejo yang melakukan karantina di tengah pandemi corona. Namun, foto viral pocong jaga kampung itu dipastikan bukan diambil di Purworejo, melainkan di Nguter, Sukoharjo.

Foto yang viral itu menunjukkan dua pocong duduk di depan gapura Dusun Kesongo, Desa Kepuh, Sukoharjo. Sosok di balik pocong itu tak lain adalah pemuda desa setempat.

Namun, yang perlu diketahui foto pocong itu bukan disiagakan untuk jaga kampung yang melakukan karantina mandiri. Melainkan diambil menjelang peringatan 1 Sura pada 2019 di Desa Kepuh.

Hal tersebut dikonfirmasi Karang Taruna Wijaya Kusuma (Jakusa), Desa Kepuh, Nguter, Anjar Panca, seperti dikutip dari Solopos

Baca juga: Jangan Semprotkan Disinfektan ke Tubuh, Ini Bahayanya

Anjar dan pemuda desa lainnya merasa keberatan foto viral dua pocong yang berjaga di gapura dusun diklaim menjaga karantina warga kampung di Purworejo.

“Foto dua pocong itu asli di sekitar gapura Dusun Kesongo, Desa Kepuh bukan Purworejo. Kami kecewa ada media mainstream yang menyebut lokasi foto pocong di Purworejo. Saya belum pernah dimintai konfirmasi oleh media yang bersangkutan,” kata dia.

Anjar menceritakan foto viral pocong itu merupakan hasil jepretan pemuda Dusun Kesongo pada 2019. Saat fenomena lockdown lokal muncul di setiap kampung, foto itu dibagikan ke grup Whatsapp pemuda desa dan menyebar ke media sosial pada Minggu (29/3).

Keesokan harinya, foto serupa muncul di salah satu media online hingga dibahas di siaran TV Korea Selatan. Anjar Panca memastikan kedua pocong itu bukan boneka. Melainkan temannya yang mengenakan kostum pocong.

“Kedua pocong itu bukan boneka namun pemuda yang memakai kostum pocong. Pemuda yang memerankan pocong bernama Wawan dan Deri,” ujar dia.

Bukan di Purworejo

Menanggapi informasi menghebohkan itu, Forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopincam) Nguter, Pemerintah Desa Kepuh dan anggota karang taruna mengecek ke lokasi foto viral pocong di gapuran Dusun Kesongo pada Rabu (1/4) malam.

Kepala Desa Kepuh, Marimo, menegaskan foto viral pocong itu bukan diambil di Purworejo. Melainkan di Dusun Kesongo, Desa Kepuh, Sukoharjo.

“Foto pocong di depan gapura lokasinya di Kesongo, Desa Kepuh, Nguter bukan Purworejo. Foto di Purworejo itu bohong alias hoaks,” tegasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*