Kepastian Investasi Saudi Aramco di Kilang Cilacap Ditunggu Hingga Akhir April, Jika Tidak… 

Ilustrasi | Foto: gatra.com

JoSS, JAKARTA – Kepastian investasi Saudi Aramco di Kilang minyak Cilacap ditunggu hingga akhir April ini. Jika tidak, maka PT Pertamina akan membuka kembali peluang kerja sama proyek pengembangan kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) Refinery Unit IV (RU IV) Cilacap, dengan rekanan lainnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan jika hingga batas waktu tersebut Saudi Aramco belum memberikan keputusan, maka Pertamina membuka peluang untuk mencari rekanan lainnya.

“Sampai hari ini, kami belum ada kesepakatan dengan Saudi Aramco dan kami akan lihat sampai akhir April. Jika kemudian tidak tercapai kesepakatan tidak menutup kemungkinan kami akan cari partner lain,” ucapnya melalui video conference, Jumat (3/4).

Ia mengaku perusahaan fokus mengembangkan kilang lainnya meliputi RDMP Balikpapan, kilang minyak di Tuban bersama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), dan Refinery Unit VI di Balongan.

“Yang sudah jalan kami akan fokus ke sana dan lainnya kami akan melihat respons dari partner,” imbuhnya.

Baca juga: BPJT Minta Penundaan Pengoperasian Fungsional Sejumlah Ruas Tol, Ini Alasannya

Untuk diketahui, kedua perusahaan Pertamina dan Saudi Aramco telah meneken Kesepakatan Kerja Sama Pengembangan Perusahaan Patungan (Joint Venture Development Agreement/JVDA) pada Desember 2016 lalu.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian awal (heads of agreement/HoA) yang diteken pada November 2015 lalu. Nantinya, dua perusahaan akan membentuk perusahaan patungan, untuk pengembangan proyek.

Saat ini, keberlanjutan proyek pengembangan kilang Cilacap masih terkendala oleh kepastian Saudi Aramco untuk bermitra dengan Pertamina. Pasalnya, keduanya belum mencapai kesepakatan terkait nilai valuasi kilang.

PT Pertamina (Persero) menargetkan stop impor BBM tahun 2026. Pertamina terus mengebut pengembangan kilang proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan pembangunan kilang baru proyek Grass Roof Refinery (GRR).

Setelah proyek ini rampung nantinya kilang yang saat ini berkapasitas 1 juta barel per hari akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 juta barel per hari, sehingga kebutuhan kilang terpenuhi tanpa perlu impor lagi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*