
JoSS, SEMARANG – Lebih dari 7.150 pemudik telah melaporkan dirinya memasuki Kota Semarang melalui aplikasi Sistem Pendataan Pendatang (Sidatang). Dari jumlah tersebut, terbanyak tujuan Kecamatan Tembalang dan Banyumanik.
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi menerangkan, ribuan pemudik yang terdata melalui Aplikasi Sidatang itu sebagian besar berasal dari Jakarta, Jabar, dan Banten. Mereka melaporkan diri saat tiba di bandara, pelabuhan, terminal, dan stasiun yang ada di Semarang.
“Per Selasa (14/4) kemarin, total ada 7150 pemudik yang telah mendata di Sidatang. Sebagian besar, pemudik ini tujuannya ke Kecamatan Tembalang dan Banyumanik. Pendataannya menyertakan NIK,” katanya, seperti dikutip dari Tribunjateng.com.
Seperti diketahui, Polrestabes dan Pemkot Semarang meluncurkan aplikasi Sidatang. Tujuannya, untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kota Semarang.
Aplikasi berbasis smartphone tersebut secara resmi diluncurkan oleh Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (14/4).
Hadir dalam peluncuran aplikasi “Sidatang” tersebut Dandim 0733/BS Kota Semarang, Zubaedi, Kajari Kota Semarang, Sumurung Pandapotan Simaremare, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Dandenpom IV/5 Semarang, Okto Femula.
Baca juga: Ganjar Instruksikan Walikota Semarang Berhitung Untuk Kemungkinan Diterapkannya PSBB
Dalam paparannya Kapolrestabes Semarang mengatakan, aplikasi Sidatang ini sebagai sarana wajib lapor bagi warga yang datang ke Kota Semarang.
“Aplikasi ini ditetapkan untuk memudahkan pemantauan masyarakat yang datang dari luar kota, sebagai langkah antisipasi untuk menekan potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Semarang,” ujarnya.
Dia menjelaskan cara untuk melapor ke Sidatang dibuat cukup mudah, yaitu cukup hanya dengan memindai barcode yang akan dipasang di sejumlah tempat antara lain Bandara, Stasiun, Terminal, Pelabuhan dan lainnya.
“Yang masih dievaluasi adalah di tempat mana barcode-barcode ini diletakkan, sehingga penumpang yang turun atau keluar dari area kedatangan tidak menumpuk,” jelasnya.
Lebih lanjut Kapolrestabes Semarang mengatakan, untuk barcode juga disediakan dari keberangkatan untuk formulir pendataan bisa diisi di perjalanan. Sehingga nanti ketika datang tinggal menunjukkan hasil pengisian formulir kepada petugas.
Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan oleh Polrestabes Semarang. “Adanya program Sidatang yang diinisiasi oleh Pak Kapolrestabes ini membuat pendataan lebih efektif, efisien, cepat dan data pendatang yang tersaji bisa lebih detail,” ujar Hendi.
Basis datanya juga langsung tersambung secara real time ke server Pemkot dan Polrestabes. “Sehingga sedulur-sedulur di Puskesmas begitu ada data masuk akan langsung melakukan klarifikasi sebagai upaya pemantauan, hingga melakukan karantina,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply